Currently Viewing

Pesawat Airbus A380 milik maskapai penerbangan Qantas kembali mengalami masalah mesin. Saat terbang dari Singapura menuju London, pilot terpaksa harus menerbangkan pesawat dengan tiga mesin karena satu mesin lainnya rusak.

Dilansir The Australian, Rabu (3/2/2011), pesawat tersebut mengalami kebocoran oli sehingga salah satu mesin harus dimatikan. Ini adalah masalah kebocoran oli yang kedua kalinya dalam waktu dua pekan pada pesawat A380.

Seorang sumber menyebutkan, kebocoran ini terjadi karena desain mesin Rolls-Royce Trent 900 di pesawat yang berpotensi mengalami gangguan jika terjadi guncangan. Masalah yang serupa sempat terjadi pada penerbangan Qantas di Ashgabat, Turkmenistan, pada 24 Februari lalu. Saat penerbangan Qantas A380 di New Delhi, India, juga terjadi hal yang sama.

Qantas berkilah masalah ini tidak mengganggu keselamatan penerbangan dan tidak ada hubungannya dengan proses manufaktur yang membuat mesin pesawat meledak pada November 2010.

Insiden ini masih diselidiki oleh ATSB (Australian Transport Safety Bureau). Sementara pihak Rolls-Royce masih bernegosiasi soal kompensasi apa yang diberikan setelah terjadi kerusakan mesin tahun lalu.

Pada November tahun lalu, pesawat A380 bertujuan Sydney mengalami ledakan pada salah satu mesinnya. Pilot pun memutuskan mendarat darurat di Bandara Changi, Singapura, setelah sebelumnya sempat berputar-putar di atas wilayah Batam untuk membuang bahan bakar yang masih penuh. Serpihan-serpihan akibat ledakan ditemukan warga di wilayah Batam Center.

Pesawat berhasil tiba dengan selamat tanpa adanya korban luka. Namun drama itu telah menimbulkan pertanyaan akan keselamatan pesawat bertingkat A380 yang baru tiga tahun beroperasi itu.





Copyright © 2011 BandaraOnline.com. All rights reserved. Design by Bandara Online. Powered by : Wordpress
Contact | Sitemap | Privacy