Currently Viewing

Perkembangan rencana pembangunan Bandar Udara Kulonprogo Yogyakarta saat ini, masih menunggu rampungnya studi kelayakan (feasibility studies/FS).

Sementara itu Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat menegaskan saat ini mesti ada pembicaraan intensif dengan TNI AU soal rencana pembangunan Bandara Kulonprogo.

“Terutama terkait dengan wilayah udara Kulonprogo yang selama ini jadi lokasi latihan penerbangan AU yang sedang menjalani pendidikan di Adisutjipto,” ungkapnya saat berkunjung ke Kulonprogo.

Pada intinya, AU menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah soal pembangunan bandara selama kepentingan TNI AU tidak terggangu masalah mengingat daya tampung Adisutjipto yang saat ini digunakan untuk dua kepentingan, yakni sipil dan militer, sudah crowded.

Bandara Adisutjipto sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan karena keterbatasan lahan yang ada. “Pengembangan landasan hanya dimungkinkan kearah timur. Itu pun tidak bisa maksimal sementara jika ke barat sudah tidak memungkinkan karena ada instalasi militer,” tegas Imam.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki, mengatakan feasibility studies atau FS Bandara ini sangat diperlukan sebagai syarat dalam mengajukan izin penetapan lokasi sebagai rangkaian dalam rencana pembangunan bandara.

Langgeng menambahkan untuk dapat membangun bandara ada tiga tahap yang perizinan yang wajib dilewati, yakni izin penetapan lokasi, izin pembangunan dan izin operasi. “ Izin penetapan lokasi, salah satu klausulnya harus menyertakan FS hingga FS sangat penting untuk memulai tahapan itu,”ujarnya.





Copyright © 2011 BandaraOnline.com. All rights reserved. Design by Bandara Online. Powered by : Wordpress
Contact | Sitemap | Privacy