Currently Viewing

Pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2014 terjadi kebakaran di Teriminal Internasional Bandara Adisutjipto. Pada awalnya, petugas keamanan bandara telah mencium terjadinya kebakaran dan saat itu juga petugas langsung menghubungi dinas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) untuk meminta bantuan pemadaman. Petugas lainnya mengarahkan orang-orang yang ada di dalam gedung untuk keluar menuju emergency exit yang telah ada serta segera mengambil tindakan dengan memadamkan api menggunakan alat pemadam api yang telah disediakan.

Tidak lama kemudian bantuan PKP-PK datang. Namun nampaknya bantuan subsidi alat pemadaman api ringan (APAR) yang diberikan tidak dapat mampu memadamkan api karena api sudah terlanjur membesar. Kebakaran semakin meluas hingga merambat ke langit-langit luar ruangan digedung terminal.

Petugas PKP-PK menggunakan fire hydrant untuk melakukan pemadaman dengan air sementara itu pula Airport Duty Officer (ADO) menghubungi fire station untuk meminta bantuan lagi. Sekitar dua menit kemudian petugas fire fighting and rescue tiba di area (TKP) dan segera menggelar handline (selang pemancar) kiri dan kanan, petugas fire fighting and rescue yang telah memakai pakaian entry suit (tahan api) dan breathing apparatus zet (alat bantu pernafasan) menerobos ruangan yang dipenuhi asap untuk segera memadamkan kebakaran pada sumber apinya, lima menit kemudian api dapat dipadamkan.

Akibat peristiwa tersebut seorang petugas airline mengalami pingsan karena terhirup asap dari kebakaran tersebut dan segera dievakuasi kerumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulance airport fire fighting & rescue guna endapat pertolongan selanjutnya.

Peristiwa kebakaran Terminal Internasional Bandara Adisutjipto tersebut merupakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan oleh PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto. Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan di Bandara Adisutjipto merupakan Latihan PKD yang ke 76 sehingga acara tersebut dinamakan Dirgantara Raharja ke 76.

Tujuan diadakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) adalah untuk mengevaluasi Standard Operasional Procedure serta menjadi sarana bagi seluruh personil bandara untuk menguji coba fungsi-fungsi komando, koordinasi, serta komunikasi antar unit sesuai dengan Airport Emergency Plan dan Airport Security Program, juga menguji kehandalan para sumber daya manusia yang ada.





Copyright © 2011 BandaraOnline.com. All rights reserved. Design by Bandara Online. Powered by : Wordpress
Contact | Sitemap | Privacy