Currently Viewing

Permasalahan penetapan lokasi proyek Bandara Baru Yogyakarta di Kulonprogo telah mencapai titik temu antara Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) DI Yogyakarta dengan pihak PT. Angkasa Pura I. Lokasi Bandara Baru Kulonprogo tidak perlu mundur dan tidak perlu menerabas Sungai Bogowonto. Dengan demikian Proyek Bandara Baru Yogyakarta sesuai dengan Ijin Penetapan Lokasi (IPL) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Seperti diberitakan Proyek Bandara Baru Kulonprogo Yogyakarta sempat ada kendala akibat belum ada kesepakatan antara PT. Angkasa Pura I selaku pengelola bandara dan PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemrakarsa proyek penambangan dan pengolahan pasir besi. PT Jogja Magasa Iron (JMI) sempat meminta Proyek Bandara Baru Kulonprogo diundur kebarat dan PT. Angkasa Pura tidak setuju karena jika diterapkan akan beresiko dengan keselamatan penerbangan.

Akhirnya Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Muspida telah sepakat dengan pihak PT. Angkasa Pura I. PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemrakarsa proyek penambangan dan pengolahan pasir besi menyatakan siap memundurkan lokasi pabriknya. Selain itu, JMI juga menyiapkan inovasi baru yang memungkinkan pabriknya dibangun dalam area yang lebih kecil. Dengan demikian, cerobong asap dan partikel sisa aktivitas produksi dapat diminimalisir dan tidak akan mengganggu kegiatan operasional bandara.

Setelah dihitung, mundurnya lokasi pabrik JMI sudah memungkinkan terciptanya kawasan aman bagi operasional bandara. Panjang runway juga sudah mencapai target 3.600 meter. Dengan demikian, Angkasa Pura Airports tidak perlu memundurkan lokasinya hingga 500 meter ke barat. Pembangunan lampu-lampu navigasi yang harus menerabas Sungai Bogowonto juga tak perlu dilakukan.

Dengan hadirnya Bandara Baru yang direncanakan dibangun di daerah Temon, Kulonprogo, akan mengatasi permasalahan di bandara kebanggan masyarakat Yogyakarta ini. Pemilihan Temon sebagai lokasi bandara didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain geometri dan ketersediaan lahan, topografi, lokasi yang jauh dari gunung berapi, dan minimalisasi relokasi penduduk. Bandara baru ini nantinya akan menggantikan Bandara Adisutjipto dan diharapkan dapat menjadi bandara utama untuk mendukung pengembangan turisme, perdagangan, investasi, dan membuka peluang tenaga kerja bagi Provinsi DI Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.





Copyright © 2011 BandaraOnline.com. All rights reserved. Design by Bandara Online. Powered by : Wordpress
Contact | Sitemap | Privacy