Jadwal PenerbanganReal Time FIDS - Jadwal Penerbangan Bandara

Perkembangan Bandara Kulon Progo Yogyakarta

PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Chairman dari GVK Power & Infrastructure India untuk membicarakan tentang rencana pembangunan Bandara Baru Yogyakarta. Pertemuan dilangsungkan pada Hari Rabu 23 Februari 2011 di Restaurant Teratai yang berada di Hotel Borobudur Jakarta.

Angkasa Pura I dihadiri oleh Direktur Utama Tommy Soetomo, Direktur Operasi dan Teknik Harjoso Tjatur Prijanto, Direktur Komersil Robert Daniel Waloni, Direktur Keuangan Gunawan Agus Subrata, Komisaris Isnoor Harjanto, dan Sekretaris Perusahaan Miduk Situmorang. GVK diwakili oleh Chairman GVK Reddy, Vice Chairman GV Sanjay Reddy, dan President – Project Development Karthi Gajendran.

Perkembangan Bandara Kulon Progo Yogyakarta

PT Angkasa Pura I (AP I) akan membangun bandara baru di Yogyakarta yang diperkirakan membutuhkan biaya ± Rp 1,2 triliun. Bandara yang sedianya memiliki kapasitas yang akan dapat menampung 5-6 juta penumpang per tahun itu pembangunannya akan dikerjasamakan dengan GVK, perusahaan asal India yang sukses mengelola Bandara Mumbai dan Bangalore.

Tommy Soetomo mengatakan, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding / MoU) dengan GVK pada akhir bulan lalu di New Delhi, India. Kini, kedua pihak membahas rencana studi kelayakan dan lokasi untuk proyek tersebut.

Perkembangan Bandara Kulon Progo Yogyakarta
Perkembangan Bandara Kulon Progo Yogyakarta

“Pemerintah setempat sangat mendukung. Bandara lama di Yogyakarta itu milik TNI Angkatan Udara sehingga harus dikembalikan. Belum lagi daya tampungnya kecil. Saat ini melayani 3,5 juta penumpang dengan kapasitas yang dimiliki 1,5 juta penumpang,” katanya.

Chairman GVK, GVK Reddy mengungkapkan perseroan berencana membangun dua bandara di Indonesia yakni di Bali dan Jawa. Dia memprediksi untuk kedua proyek tersebut membutuhkan dana sekitar US$ 1,5-2 miliar untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *