Categories
Maskapai Penerbangan

Pilot Lion Air Tertangkap Nyabu di Surabaya

Pilot Lion Air, SS, yang tertangkap memakai sabu di Hotel Garden Palace, Surabaya, diketahui memiliki jadwal terbang ke Makassar. Tindakan si pilot dinilai mengancam keselamatan penumpang.

Pilot Lion Air Tertangkap Nyabu di Suarabaya
Pilot Lion Air Tertangkap Nyabu di Suarabaya

“Yang nyabu ini bukan sopir truk. Ini pilot. Dampaknya besar sekali dan membahayakan pilot itu, penumpang, maupun maskapai penerbangannya,” kata Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Jan de Fretes. Ia mengatakan pilot membawa keselamatan puluhan hingga seratusan orang penumpang.

“Malamnya sudah memakai dan saat akan kita gerebek, rencananya mau memakai lagi. Padahal, pagi pukul 06.00 WIB hari ini, dia bertugas sebagai pilot kan membahayakan,” ujar dia.

Ketika ditanya ada asumsi bahwa memakai sabu-sabu dapat menguatkan semangat, mantan Direskoba Polda Jatim ini menegaskan konsumsi narkoba dapat mempengaruhi seseorang apalagi dia bertugas sebagai pilot dan pemakaiannya lama.

“Ada istilah disorientasi ruang dan waktu. Artinya, salah mengenal ruang salah mengenal waktu. Juga ada istilah mispersepsi panca indra,” tuturnya. Dengan pemakaian yang lama, kata dia, pilot tersebut akan terdampak disorientasi dan mispersepsi panca indra. Maksudnya ketika menerbangkan pesawat, kemudian pilot tersebut memutuskan pesawat waktunya landing. Padahal, lokasi landingnya belum siap.

Jan juga mencontohkan, pilot membelokkan pesawat karena melihat di depan ada gunung. Padahal, tidak ada gunung.

“Itulah dampaknya penggunaan narkoba. Sebenarnya misi kita menyelamatkan baik pilot maupun penumpang serta maskapainya. Kalau pesawat itu mengalami kecelakaan kemudian pilotnya terbukti positif mengkonsumsi narkoba maka maskapai bisa digugat penumpang. Jadi bukan masalah barang buktinya tapi dampaknya lebih jauh,” papar Jan.

SS (44) pilot Lion Air asal BSD, Serpong, Tangerang, dibekuk di Kamar 2109 Hotel Graden Palace, Jalan Yos Sudarso Surabaya, pada Sabtu (4/2/2012) pukul 03.30 WIB.

Penangkapan pilot Lion Air bukan yang pertama kalinya. Sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu, seorang pilot dari maskapai Lion Air tertangkap nyabu di Makassar. “Kasus ini pengembangan dari Makassar. BNN berharap setelah kasus Makassar tidak ada lagi. Ternyata kok masih ada (pilot mengkonsumsi narkoba),” kata Jan.

Categories
Bandar Udara Maskapai Penerbangan

Bandara Soekarno Hatta Merubah Pelayanan Penerbangan Internasional

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akan mengubah pelayanan penerbangan rute internasional mulai Senin (6/2) mendatang. Langkah ini dilakukan untuk pemerataan pergerakan pesawat ataupun penumpang di terminal internasional.

Perubahan Pelayanan Terminal Internasional Bandara Soetta
Perubahan Pelayanan Terminal Internasional Bandara Soetta

Selain itu, langkah tersebut sebagai tahapan rencana grand design bandara. Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Soedaryanto, mengatakan bahwa perubahan yang dimaksud adalah lokasi maskapai dan check-in counter.

Adapun pelayanan maskapai yang berubah lokasi dari Terminal D ke Terminal E adalah Maskapai Saudi Arabia, China Airlines, China Southern, dan Korean Air. Sebaliknya dari Terminal E ke Terminal D, yaitu Tiger Airways, Lion Air, Value, Kuwait Airways, Yemenia Airlines.

Sementara yang tidak pindah dari terminal 2D adalah Royal Brunai Airlines, Emirate Airlines, dan Philipines Airline. Adapun Sriwijaya Airlines tetap di terminal 2E, namun untuk check in counter berubah. Sementara yang tetap di Terminal 2D adalah Singapore Airlines, Thailand Airways, dan Batavia Airlines. Kemudian Garuda Indonesia, KLM Royal Deucth, dan Mihinlanka tetap berada di Terminal 2E.

Kebijakan ini sebagai salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas bagi pengguna jasa transportasi udara di bandara. Perubahan check-in counter dilakukan juga untuk memudahkan layanan bagi setiap maskapai kepada pelanggannya.

Untuk itu, para pengguna jasa maskapai menyesuaikan dengan perubahan itu. Air Service Senior Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jaya Tahoma Sirait, mengatakan bahwa pemerataan jumlah penumpang harus dilakukan guna mencegah penumpukan di terminal 2D.

Dalam sehari di Terminal 2D ada 17.482 penumpang, diharapkan dengan perubahan ini bisa turun menjadi 13.600 penumpang/hari. Sedangkan jumlah penumpang di Terminal 2E setiap harinya hanya 11.995 penumpang, mudah-mudahan dengan pemerataan maskapai bisa melonjak menjadi 12.700 penumpang/hari. Itu data penumpang yang berangkat maupun yang datang.

Untuk melengkapi segala persiapan tersebut, PT Angkasa Pura II telah memasang papan penunjuk jalan. Sementara itu, PT Angkasa Pura II memastikan tahun 2011 lalu Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk menjadi 10 besar bandara terpadat di dunia. Itu berk

Categories
Info Penerbangan Maskapai Penerbangan

Cuaca Buruk Pesawat Batal Mendarat di Bandara Internasional Lombok

Akibat angin kencang dengan kecepatan 40 knot/jam, beberapa pesawat komersial dari Bandara Ngurah Rai, Bali, batal mendarat di Bandara Internasional Lombok,  sehingga terpaksa kembali ke Denpasar.

Pesawat Batal Mendarat di Bandara Internasional Lombok
Pesawat Batal Mendarat di Bandara Internasional Lombok

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Internasional Lombok Gede Sudika Pratama membenarkan ada pesawat komersial yang batal mendarat akibat cuaca buruk.

Ia mengatakan, angin kencang dengan kecepatan 40 knot per jam membuat pesawat yang tidak terlalu besar riskan mendarat, sehingga pilot mengambil keputusan untuk kembali ke Bandara Ngurang Rai Denpasar, Bali.

Karena itu, BMKG Bandara Lombok akan terus menyampaikan perkembangan informasi perubahan cuaca baik untuk kepentingan penerbangan maupun pelayaran.

Cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi sejak beberapa hari terakhir selain berdampak terhadap penerbangan juga penyeberangan kapal.

Categories
Maskapai Penerbangan

Pendapatan Garuda Tahun 2011 Rp 27,1 triliun

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  menutup tahun 2011 dengan berhasil meraih pendapatan (unaudited) sebesar Rp 27,1 triliun. Pendapatan tahun 2011 tersebut meningkat sebesar 39 persen dibanding periode tahun 2010 yang sebesar Rp 19,5 triliun.

Dalam siaran pers, Jumat 13 Januari 2012, Garuda menjelaskan peningkatan pendapatan (unaudited) tersebut berhasil dicapai melalui ekspansi operasional perusahaan melalui program “Quantum Leap” dan melalui program efisiensi perusahaan serta melalui utilisasi aset. Selama tahun 2011, Garuda Indonesia berhasil mengangkut sebanyak 17,1 juta penumpang (domestik 13,9 juta, international 3,2 juta) atau meningkat 36,8 persen dibanding 12,53 juta penumpang pada tahun 2010.

Pendapatan Garuda Indonesia Tahun2011 Rp 27 Triliun
Pendapatan Garuda Indonesia Tahun2011 Rp 27 Triliun

Kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) pada tahun 2011 juga meningkat sebesar 26 persen menjadi 32,5 miliar dibanding 25,77 miliar pada tahun 2010. Selain itu, “yield” penumpang meningkat sebesar 12,4 persen menjadi USC 9,63 dibanding tahun 2010 yang sebesar USC 8,6.

Selama tahun 2011, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia (domestik dan internasional) juga mengalami peningkatan sebesar 27 persen menjadi 130.043 penerbangan, dibanding periode tahun 2010 yang sebanyak 102.724 penerbangan.

Selain itu – pada tahun 2011 – Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) sebesar 5 persen menjadi 74,7 persen dari 71,7 persen pada tahun sebelumnya atau meningkat sebesar lima persen. Utilisasi pesawat juga meningkat dari 9:23 jam pada tahun 2010 menjadi 10:40 jam pada tahun 2011. Tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) juga meningkat menjadi 85,68 persen dibanding 80,15 persen pada tahun lalu.

Pada periode tahun 2011, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan market share-nya di pasar domestik menjadi 28,3 persen, meningkat lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 23,7 persen. Pasar penumpang pesawat udara domestik pada 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 16 persen, namun pasar penumpang Garuda Indonesia meningkat signifikan sebesar 36 persen, lebih tinggi dari peningkatan maskapai lainnya yang rata – rata sebesar 9 persen. Sementara penumpang internasional tumbuh sebesar 12 persen di mana pasar Garuda Indonesia berhasil tumbuh sebesar 29,5 persen di atas maskapai lainnya yang sebesar 8 persen.

Berkaitan dengan pengembangan armada dan ekspansi yang dilaksanakan, Garuda Indonesia – pada tahun 2011 – menerima 11 pesawat baru terdiri dari 2 A330-200 dan 9 B737-800 Next Generation, sehingga total pesawat yang dioperasikan selama tahun 2011 adalah sebanyak 88 pesawat dengan rata – rata umur pesawat 6,5 tahun.

Pada tahun 2011 Garuda meresmikan Makassar sebagai “hub” ketiga setelah Jakarta dan Denpasar. Sebagai hub, Makassar menghubungkan 15 kota di Sulawesi, Maluku, Papua dan Singapura. Garuda juga membuka tujuh rute baru selama 2011 yaitu rute Makassar – Gorontalo, Surabaya – Ambon, Makassar – Balikpapan, Makassar – Singapura, Makassar – Ternate, Surabaya – Balikpapan, dan Balikpapan – Yogyakarta.

Selain itu, selama tahun 2011, Garuda Indonesia meningkatkan layanan dengan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai kota di domestik dan internasional. Rute – rute Jakarta – Shanghai, Jakarta – Seoul, Denpasar – Seoul, dan Jakarta – Sydney ditingkatkan frekuensinya dari 5 kali menjadi 7 kali per minggu.

Categories
Maskapai Penerbangan

Garuda Tambah Rute Penerbangan Internasional

PT Garuda Indonesia Tbk akan menambah rute penerbangan internasional seperti Taipei, Timur Tengah, dan Eropa. Penerbangan internasional ini menyumbang 46 persen dari total pendapatan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan pada 2011 Garuda melayani penerbangan 31 kota domestik dan 18 kota internasional. Khusus untuk penerbangan internasional, emiten berkode saham GIAA itu telah melayani rute penerbangan ke Jepang, China, Korea, dan Australia.

Garuda Tambah Rute Penerbangan Internasional
Garuda Tambah Rute Penerbangan Internasional

Tahun 2012 ini akan mengembangkan penerbangan baik domestik maupun internasional seperti Taipei, Timur Tengah, dan Eropa. Rute penerbangan baru, Emirsyah melanjutkan, yaitu rute Jakarta-Taipei dengan menggunakan pesawat B737-800NG, dan Denpasar-Haneda (Tokyo) memakai pesawat A330-200.

Perseroan juga akan menambah frekuensi penerbangan dengan meningkatkan frekuensi domestik dan membuka penerbangan baru. Perseroan akan menambah frekuensi penerbangan Jakarta-Pekanbaru dari lima penerbangan menjadi enam penerbangan setiap harinya.

Sementara itu, untuk rute penerbangan Jakarta-Batam akan bertambah menjadi lima kali penerbangan dari sebelumnya empat kali penerbangan. Di samping itu, rute penerbangan internasional Jakarta-Kuala Lumpur akan menjadi tiga kali penerbangan tiap harinya.

Categories
Maskapai Penerbangan

Akibat Gangguan Mesin, Batavia Batal Terbang

Pesawat penumpang Batavia Air bernomor penerbangan Y6-742 rute Denpasar-Jakarta batal diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Bali karena ada masalah pada generator mesin.

Beberapa penumpang yang berada dalam pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 22.15 WIT itu menyaksikan lampu-lampu di dalam pesawat berkali-kali mati sebelum sang pilot mengumumkan ada masalah pada mesin pesawat. Saat itu seluruh penumpang sudah duduk di tempatnya masing-masing di dalam pesawat. Di Bandara Ngurah Rai juga tengah diguyur hujan lebat dan angin berhembus kencang.

Batavia Air Gagal Terbang akibat gangguan mesin
Batavia Air Gagal Terbang akibat gangguan mesin

Setelah menunggu beberapa lama Kapten Pilot Yosef Marthen yang memimpin penerbangan memberikan pengumuman bahwa penumpang diminta turun dari pesawat karena ada masalah pada sistem pembangkit daya.

Pesawat Airbus A320 beregistrasi PK YUE itu kini masih ada di apron nomor 11 Bandar Udara Ngurah Rai. Penumpang pesawat Batavia itu dengan kebingunan menuju pintu keluar pesawat.

Categories
Maskapai Penerbangan

Garuda Rencana Buka Penerbangan Padang-Medan

PT.Garuda Indonesia berencana akan membuka jalur penerbangan baru untuk domestik yakni rute Padang-Medan seiring dengan penambahan pesawat baru.

General Manejemen PT.Garuda Indonesia Cabang Padang, Dedi Irawan, di Padang Kamis mengatakan, sebelumnya sempat terjadi penundaan untuk melayani rute penerbangan Padang-Medan yang dilakukan pesawat Garuda Indonesia.

Garuda akan buka penerbangan Padang-Medan
Garuda akan buka penerbangan Padang-Medan

Pembukaan rute baru itu dilakukan menyusul peningkatan permintaan penerbangan ke Medan, khususnya untuk kunjungan pariwisata. Selain melakukan penambahan rute penerbangan Padang-Medan, Garuda Indonesia juga berencana akan menambahkan lima kota yang ada di Indonesia.

Rute baru yang akan dibuka tersebut, untuk diproyeksikan mendukung kemajuan wisata di Sumbar. Untuk rute penerbangaan Internasional akan dilakukan Garuda Indonesia, yakni Padang-Singapura masih dalam pembicaraan.

Categories
Info Penerbangan Maskapai Penerbangan

Berlakunya Peraturan Ganti Rugi Pesawat Delay 4 Jam dan Bagasi Hilang

Peraturan Menteri Perhubungan No 77/2011 diberlakukan mulai 1 Januari 2012 ini. Jika pesawat Garuda delay hingga 4 jam, maka perusahaan akan memberi kompensasi dengan membayarkan Rp 300 ribu kepada penumpang.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, sebelumnya menjelaskan Permenhub 77 Tahun 2011 tentang tanggung jawab angkutan udara diteken 8 Agustus 2011 lalu. Namun aturan ini tidak menggugurkan Permenhub 25 Tahun 2008 tentang pemberian kompensasi bila pesawat mengalami keterlambatan atau delay. Permenhub 25/2008 itu mengatur tentang kompensasi jika terjadi keterlambatan pesawat di bawah 4 jam dengan menyediakan snack, makan dan penginapan.

Peraturan Pesawat Delay dan Bagasi Hilang
Peraturan Pesawat Delay dan Bagasi Hilang

Jika ada yang melanggar KM ini, maka sanksinya sesuai kewenangan yang dimiliki Kementerian Perhubungan. Kemhub sebagai regulator berwenang memberikan sanksi administratif, peringatan tertulis 3 kali berturut dengan tenggang waktu masing-masing 1 bulan.

Apabila 3 kali berturut-turut masih juga dilakukan pelanggaran, maka akan dilakukan pembekuan izin usaha angkutan udara niaga untuk jangka waktu 14 hari kerja, SIUP. Apabila pembekuan izin usaha tidak ada perbaikan, maka di mana jangka waktu sudah habis, maka dilakukan pencabutan izin usaha.

Dalam Permenhub 77/2011 juga diatur tentang bagasi yang hilang maka wajib diganti maksimal Rp 4 juta, atau Rp 200.000/kg. Dijelaskan pula. bagasi dianggap hilang apabila dalam 14 hari tidak dapat ditemukan.

Kehilangan sementara bagasi juga mendapat ganti rugi uang tunggu sebesar Rp 200.000/hari (maksimal 3 hari). Sedangkan barang bagasi yang rusak juga mendapat ganti rugi sesuai dengan jenis, bentuk, ukuran dan merek bagasi yang tercatat.