SE 015 Tahun 2018 Tentang Membawa Power Bank Di Pesawat Udara

Kementrian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 015 Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel (Power Bank) dan Baterai Lithium Cadangan Pada Pesawat Udara. Dikeluarkannya Surat Edaran tersebut berkaitan dengan adanya potensi resiko bahaya meledak/kebakaran pada Power Bank atau Baterai Lithium cadangan, yang berdampak mengganggu keselamatan penerbangan. Badan Usaha Angkutan… Continue reading SE 015 Tahun 2018 Tentang Membawa Power Bank Di Pesawat Udara

Rute Baru Sriwijaya Air Jogja Lampung

Maskapai penerbangan Sriwijaya melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka rute baru Jogjakarta – Lampung. Rute Penerbangan baru domestik Sriwijaya Air diberlakukan mulai tanggal 22 Maret 2017 dengan rute penerbangan Lampung (TKG) – Yogyakarta (JOG) – Lampung (TKG). Penerbangan ini tersedia setiap harinya pada pukul 16.55 WIB dengan menggunakan pesawat Boeing 737 series 300, Sriwijaya Air SJ 336 ini dapat membawa penumpang hingga 148 penumpang.

Sistem Izin Rute Terbang Secara Online

Perubahan Sistem Izin Rute Terbang Secara Online tersebut secara resmi dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12/2015 Tentang Perizinan Angkutan Udara Online dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13/2015 Tentang Penyelenggaraan Alokasi Ketersediaan Waktu Terbang (slot time) Bandar Udara. Seiring dengan peluncuran izin online itu, Kementerian Perhubungan juga telah mentransformasi lembaga pengatur slot time penerbangan yang sebelumnya IDSC menjadi Indonesia Airport Slot Time Management (IASM).

Bahaya Awan Cumulonimbus Untuk Penerbangan

Awan Cumulonimbus atau CB, adalah salah satu awan vertikal yang dapat tumbuh menjulang hingga ketinggian 60 ribu kaki atau sekitar 18 km lebih. Awan Cumulonimbus terbentuk karena beberapa sebab, namun yang paling umum adalah proses konveksi akibat pemanasan permukaan bumi oleh radiasi matahari dan kondisi atmosfer yang tidak stabil. Awan Cumulonimbus sangat mudah terbentuk di daerah tropis karena proses konveksi di wilayah ini sangat kuat, dan dari awan inilah timbul berbagai fenomena cuaca esktrem seperti badai tropis (typhoon/topan), badai petir (thunderstorm), hujan es (hail storm), tornado sampai angin puting beliung.