Categories
Info Penerbangan

SE 015 Tahun 2018 Tentang Membawa Power Bank Di Pesawat Udara

Kementrian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 015 Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel (Power Bank) dan Baterai Lithium Cadangan Pada Pesawat Udara. Dikeluarkannya Surat Edaran tersebut berkaitan dengan adanya potensi resiko bahaya meledak/kebakaran pada Power Bank atau Baterai Lithium cadangan, yang berdampak mengganggu keselamatan penerbangan.

SE 015 Tahun 2018 Tentang Membawa Power Bank di Pesawat Udara
SE 015 Tahun 2018 Tentang Membawa Power Bank di Pesawat Udara

Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing diinstruksikan untuk:

  1. Menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan;
  2. Memastikan bahwa Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
    • Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain;
    • Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan harus ditempatkan pada bagasi cabin dan dilarang pada bagasi tercatat.
    • Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan yang mempunyai daya jam {watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh dapat dibawa oleh penumpang
    • Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan yang mempunyai daya per jam {watt-hour) lebih dari 100 Wh tapi tidak lebih dari 160 Wh harus mendapatkan persetujuan dari Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal 2 (dua) unit per penumpang.
    • Pengisi Baterai Portabel {Power Bank) atau Baterai Lithium cadangan yang mempunyai daya jam lebih dari 160 Wh atau besarnya daya jam {watt-hour) tidak dapat diidentifikasi dilarang dibawa ke pesawat udara.
  3. Bertanggungjawab menyimpan Power Bank yang diserahkan oleh pemilik pada checkin conter karena tidak memenuhi ketentuan.
  4. Melarang penumpang dan personil peswat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan Pengisi Baterei Portabel (Power Bank) pada saat penerbangan.

Untuk itu kepada Penyelenggara Bandara untuk meminta kepada penumpang pesawat udara untuk menunjukkan dan mengeluarkan Power Bank dari bagasi cabin dan bagasi tercatat yang dibawa pada saat proses pemeriksaaan di Seurity Check Point (SCP) untuk dilakukan pengecekan besaran daya dan memastikan para penumpang dan personil pesawat udara tidak membawa Pengisi Baterei Portabel (Power Bank) dan Baetrei Lithium pada bagasi tercatat.

Categories
Info Penerbangan

Rute Baru Sriwijaya Air Jogja Lampung

Maskapai penerbangan Sriwijaya melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka rute baru Jogjakarta – Lampung. Rute Penerbangan baru domestik Sriwijaya Air diberlakukan mulai tanggal 22 Maret 2017 dengan rute penerbangan Lampung (TKG) – Yogyakarta (JOG) – Lampung (TKG). Penerbangan ini tersedia setiap harinya pada pukul 16.55 WIB  dengan menggunakan pesawat Boeing 737 series 300, Sriwijaya Air SJ 336 ini dapat membawa penumpang hingga 148 penumpang.

Rute Baru Sriwijaya Air Jogja Lampung
Rute Baru Sriwijaya Air Lampung Jogja

PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menyambut baik rute penerbangan baru Sriwijaya Air ini. Diharapkan dengan adanya rute penerbangan direct dari dan ke Lampung ini dapat memberikan alternatif pilihan waktu bagi penumpang serta dapat menambah seat bagi penumpang yang hendak datang dan pergi dari dan ke Yogyakarta dan Lampung. Sebelum memiliki izin rute penerbangan baru ini, Sriwijaya hanya menyediakan rute penerbangan connecting Yogyakarta – Jakarta – Lampung dengan SJ 231 pada pukul 11.00 WIB.

Untuk penerbangan pertama tujuan Yogyakarta – Lampung ini, load factor mencapai 99%. Ini membuktikan bahwa rute ini diminati oleh masyarakat. Semoga rute penerbangan baru ini selanjutnya dapat mengakomodasi kebutuhan dan permintaan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari dan ke Lampung.

General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menyampaikan bahwa penambahan slot ini telah mendapatkan izin dari Dirjen Perhubungan Udara,  Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandara akan terus mengawal penambahan rute baru Yogyakarta-Lampung ini. Semoga dengan adanya penambahan rute baru ini benar-benar dapat menambah manfaat bagi penumpang. Baik dari segi alternatif waktu, ketersediaan seat hingga pelayanannya. Manajemen akan terus memastikan bahwa penumpang akan mendapatkan pelayanan yang terbaik serta penerbangan yang aman dan nyaman.

Categories
Info Penerbangan

Throughput Fee Konsesi Pendistribusian Avtur Bandara

PT Angkasa Pura II menjalin kerjasama dengan PT Pertamina terkait adanya throughput fee atau konsesi untuk pendistribusian avtur (bahan bakar pesawat). Throughput fee tersebut dibayarkan oleh Pertamina atas fasilitas yang diberikan PT Angkasa Pura II hingga avtur bisa sampai ke pesawat.

Throughput Fee Konsesi Pendistribusian Avtur Bandara
Throughput Fee Konsesi Pendistribusian Avtur Bandara

Ketentuan mengenai throughput fee juga merupakan best practice di bandara internasional lain di seluruh dunia yang mengacu pada ICAO 9082, tentang ICAO Policies on Charge for Airports and Air Navigation Services dan throughput fee.

Dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura II (Persero) belum semuanya dikenakan biaya konsensi. Setidaknya ada 6 bandara yang dikenakan biaya konsensi dan 7 bandara yang belum dikenai throughput fee. Dari enam bandara yang dikenakan biaya konsensi, yang paling tinggi yakni terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, yakni Rp33 per liter. Untuk Bandara Internasional Kualanamu, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dikenakan Rp10 per liter. Sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma Rp5 per liter.

Tujuh bandara yang belum dikenai throughput fee yakni, Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Sultan Thaha (Jambi), Bandara Depati Amir (Pangkalpinang), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Bandara Silangit (Tapanuli Utara), dan Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh).

Categories
Info Penerbangan

Sistem Izin Rute Terbang Secara Online

Untuk peningkatan pelayanan kepada maskapai secara lebih efektif dan efisien, Kementerian Perhubungan meluncurkan izin rute angkutan udara secara online (dalam jaringan). Sistem Izin Rute Terbang Secara Online merupakan transformasi dengan menerapkan teknologi informasi untuk mewujudkan sistem pelayanan yang transparan. Dengan adanya perizinan angkutan udara online ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan dan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.

Perubahan Sistem Izin Rute Terbang Secara Online tersebut secara resmi dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12/2015 Tentang Perizinan Angkutan Udara Online dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13/2015 Tentang Penyelenggaraan Alokasi Ketersediaan Waktu Terbang (slot time) Bandar Udara. Seiring dengan peluncuran izin online itu, Kementerian Perhubungan juga telah mentransformasi lembaga pengatur slot time penerbangan yang sebelumnya IDSC menjadi Indonesia Airport Slot Time Management (IASM).

Dengan demikian, pengaturan slot time sebelumnya secara manual sekarang ini seluruhnya bisa diajukan secara online menggunakan sistem berbasis situs (web based) yang terintegerasi dan berstandar internasional. IASM dikelola tiga BUMN, yakni Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia), PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II serta di bawah pengawasan langsung Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Transformasi perizinan online dimulai pada 2014 dengan membuka pusat layanan 151 serta dilanjutkan dengan peluncuran aplikasi izin penerbangan berbasis online. Manajemen slot time itu menggunakan aplikasi yang digunakan juga di 350 bandara internasional di 34 negara. Dengan aplikasi tersebut, IASM akan mengatur slot time yang terintegrasi dengan Aviationet, sehingga pengawasan oleh Ditjen Perhubungan Udara lebih mudah dan akurat.

Categories
Info Penerbangan Kecelakaan Pesawat

Bahaya Awan Cumulonimbus Untuk Penerbangan

Pada saat ini dunia penerbangan baru berduka dengan adanya kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya – Singapura. Dari beberapa informasi kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 salah satunya disebabkan oleh cuaca buruk tepatnya adanya Awan Cumulonimbus atau lebih dikenal dengan Awan CB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan terdapat gumpalan awal tebal pada jalur penerbangan pesawat AirAsia QZ8501.

Awan Cumulonimbus Berbahaya Bagi Penerbangan
Awan Cumulonimbus Berbahaya Bagi Penerbangan

Awan Cumulonimbus atau CB, adalah salah satu awan vertikal yang dapat tumbuh menjulang hingga ketinggian 60 ribu kaki atau sekitar 18 km lebih. Awan Cumulonimbus terbentuk karena beberapa sebab, namun yang paling umum adalah proses konveksi akibat pemanasan permukaan bumi oleh radiasi matahari dan kondisi atmosfer yang tidak stabil. Awan Cumulonimbus sangat mudah terbentuk di daerah tropis karena proses konveksi di wilayah ini sangat kuat, dan dari awan inilah timbul berbagai fenomena cuaca esktrem seperti badai tropis (typhoon/topan), badai petir (thunderstorm), hujan es (hail storm), tornado sampai angin puting beliung.

Awan Cumulonimbus sangat berbahaya bagi penerbangan dikarenakan beberapa hal.

  • Yang pertama adalah proses vertical draft atau gerakan vertikal udara yang terjadi dalam awan. Gerakan vertikal ini dapat naik (updraft) atau turun (downdraft), dan proses ini sebenarnya lazim terjadi dalam awan. Bumping yang terjadi pada saat pesawat yang kita tumpangi masuk ke dalam awan juga disebabkan oleh vertical draft. Pada Awan Cumulonimbus, proses ini jauh lebih kuat, dan turbulensi yang dihasilkannya dapat menghempaskan pesawat yang terjebak di dalamnya.
  • Faktor lain yang membahayakan Awan Cumulonimbus adalah partikel es Awan Cumulonimbus yang dapat membekukan bagian-bagian pesawat, termasuk mesin.
  • Partikel-partikel es Awan Cumulonimbus adalah salah satu jenis awan yang paling sering menghasilkan petir yang dapat mengacaukan sistem kelistrikan dan navigasi pesawat.

Awan Cumulonimbus Berbahaya Bagi Penerbangan

Dengan sifat Awan Cumulonimbus yang dapat mencapai 60 ribu kaki dan sangat berbahaya tersebut, maka para pilot pesawat terbang umumnya akan memilih menghindari awan ini ke arah samping atau menaikkan ketinggian pesawat. Untuk teknologi sekarang, pesawat sudah dilengkapi dengan radar cuaca sehingga pilot sudah bisa mengantisipasi adanya Awan Cumulonimbus.

Categories
Info Penerbangan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan 5 kesuksesan, maka pada kesempatan yang bahagia ini Kami Keluarga Besar Bandara Online Mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobbalallohu minnaa waminkum

Mohon maaf lahir bathin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Semoga Alloh SWT Menerima semua amal ibadah puasa kita dan diberi ampunan segala dosa-dosa kita yang telah lewat.

Categories
Bandar Udara Info Penerbangan

Awal 2013 Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Beroperasi

Sesuai dengan amanah UU Penerbangan No 1/2009 pasal 271 yang menyatakan bahwa menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan, pemerintah membentuk suatu lembaga penyelenggara naviagi penerbangan. Setelah melalui proses dan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 77/2012, yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 13 September 2012 tentang Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Januari 2013 mendatang diagendakan Perum Navigasi resmi beroperasi dan menjadi provider tunggal dalam melayani navigasi penerbangan.

Awal 2013 Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Beroperasi
Awal 2013 Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia Beroperasi

Dengan adanya Perum LPPNPI tersebut maka nantinya cuma ada satu lembaga navigasi yang menggabungkan navigasi penerbangan di Indonesia. Saat ini, masih ada empat instansi yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Udara, PT Angkasa Pura 1, PT Angkasa Pura II, serta Bandar Udara Khusus.

Tujuan dibentuknya Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) untuk mewujudkan pengelolaan penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan yang profesional, transparan, akuntabel dan mandiri yang bisa diandalkan dalam mendukung keselamatan penerbangan.

Jenis pelayanan navigasi penerbangan yang menjadi kewajiban Perum LPPNPI diantaranya Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan (Air Traffic Service/ATS), Pelayanan Telekomunikasi Penerbangan (Aeronautical Telecommunication Services/COM), Pelayanan Informasi Aeronautika (Aeronautical Information Services/AIS), Pelayanan Informasi Metereologi Penerbangan (Aeronautical Meteorological Services/MET), dan Pelayanan Informasi Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR).

Saat ini tengah dilakukan adalah pembentukan tim pengalihan penyelenggara navigasi penerbangan, mempersiapkan teknik operasional, pengalihan aset, penyusunan peraturan tentang fit and proper test, persiapan pengalihan aset, menyusun konsep struktur organisasi, persiapan pengalihan SDM.

Categories
Bandar Udara Info Penerbangan

Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Embarkasi Solo tahun 2012

Alhamdulillah mulai tanggal 20 September 2012 ini para calon Jamaah Haji Indonesia tahun 1433H atau 2012 mulai memasuki asrama haji. Kemudian tanggal 21 September 2012 kloter pertama untuk keberangkatan haji dimulai.

Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Embarkasi Solo tahun 2012
Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Embarkasi Solo tahun 2012

Untuk kloter pertama di embarkasi Solo pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 6001 berangkat tanggal 21 September 2012 jam 07.15 dan rencana tiba di Jeddah Arab Saudi tanggal 21 September 2012 jam 14.45.

Berikut ini jadwal keberangkatan dan kepulangan Jamaah Haji tahun 2012 atau 1433H untuk Embarkasi Bandara Adisumarmo Solo.