Categories
Bandar Udara

Rencana Pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda

Bandar Udara Internasional Juanda kembali akan melakukan pengembangan terminal bandara. Dengan semakain berkembangnya penumpang pesawat di |Bandara Juanda maka dibangun satu terminal lagi yaitu Terminal 3 dan menambah satu runway. Mega proyek tersebut akan membangun landasan pacu baru untuk melengkapi satu landasan pacu yang saat ini digunakan dua terminal sebelumnya (T1 dan T2).

Rencana Pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda
Rencana Pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda

Terminal 3 Bandara Juanda nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 hektare di sisi timur laut Bandara Juanda yang sudah berdiri saat ini. Terminal terbaru itu nanti bakal dilengkapi dengan infrastruktur jalur kereta api yang akan mempermudah calon penumpang mengakses Juanda.

Selain dibangun runway dan tambahan satu terminal, PT Angkasa Pura I juga akan membangun sentra pergudangan, tempat rekreasi keluarga, tempat bermain dan juga dengan jaringan kereta api. Intinya Terminal Bandara Juanda akan menghubungkan dengan Kota Surabaya sehingga bisa memudahkan akses penumpang yang akan menggunakan fasilitas di Bandara Juanda.

Seperti kita ketahui Bandara Juanda berhasil masuk Ranking 10 Bandara Tingkat Internasional dalam hal pelayan prima. Semoga dengan dibangunnya Terminal 3 sebagai airport city di Bandara Juanda maka semakin menambah baiknya pelayanan bagi penumpang pesawat.

Categories
Bandar Udara

Masterplan Bandara Kulonprogo Yogyakarta sebagai Airport City Terbaik di Indonesia

Master plan rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo direncanakan bisa selesai akhir Agustus mendatang. Pengganti Bandara Adisutjipto ini akan akan dibangun dengan konsep airport city dan menjadi bandara terbaik di Indonesia.

Masterplan Bandara Kulonprogo Yogyakarta sebagai Airport City Terbaik di Indonesia
Masterplan Bandara Kulonprogo Yogyakarta sebagai Airport City Terbaik di Indonesia

Mulai tahun 1990-an model bisnis bandara telah bertransformasi dengan menerapkan konsep “airport city” yang memberikan berbagai macam pelayanan yang tidak hanya terbatas untuk penerbangan namun juga memberikan pelayanan non-aeronautika. Bandara sudah berkembang menjadi pusat kegiatan bisnis.

Ketua Tim Fasilitasi Pembangunan Bandara Internasional yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo, Triyono mengatakan, rencananya draft akhir masterplan akan selesai disusun tim konsultan PT Angkasa Pura pada 8 Agustus. Selanjutnya akan dibahas antara PT Angkasa Pura, konsultan, Pemprov DIY, dan Pemkab Kulonprogo.

Hasilnya akan dipresentasikan kepada Kementerian Perhubungan. Jadi setelah draft akhir selesai, masih ada kemungkinan revisi-revisi dan diharapkan bisa selesai final pada akhir Agustus.

Categories
Bandar Udara

Airport City – Masa Depan Industri Pengelola Jasa Kebandarudaraan

Peningkatan jumlah penumpang pesawat udara memberi dampak bagi industri pengelola jasa kebandarudaraan. Tinggi frekuensi kedatangan dan keberangkatan orang-orang termasuk pengantar dan penjemput di bandar udara memungkinkan terjadinya kegiatan ekonomi.

Pada periode tahun 1950-1970, fungsi bandara hanya sebagai fasilisator penerbangan yang melayani jasa air traffic operations dengan menyediakan infrastruktur dan fasilitas untuk penerbangan. Pada perkembangan periode 1970-1990 bandara telah mengembangkan operasinya menjadi penyedia layanan penuh bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan dengan menyediakan berbagai layanan publik termasuk restoran dan tempat belanja.

Airport City - Masa Depan Industri Pengelola Jasa Kebandarudaraan

Mulai tahun 1990-an model bisnis bandara telah bertransformasi dengan menerapkan konsep “airport city” yang memberikan berbagai macam pelayanan yang tidak hanya terbatas untuk penerbangan namun juga memberikan pelayanan non-aeronautika. Bandara sudah berkembang menjadi pusat kegiatan bisnis.

Konsep Airport City

John D Kasarda, professor di University of North Carolina Kenan – Fagler Business School, mulai memperkenalkan konsep “aerotropolis” sejak puluhan tahun lalu. Menurut dia “airport leaves the city, the city follow the airport, and the airport become a city”. Terbukti saat ini pendapat tersebut mulai jadi kenyataan. Sebuah bandara yang dahulu dibangun jauh dari kota, lama kelamaan kegiatan kota dan bisnis mengikutinya, dan pada akhirnya bandara itu mirip sebuah kota dengan fasilitas pendukung di dalamnya.

Beberapa bandara terkemuka di dunia seperti Changi, Incheon, KLIA, Hongkong dan Beijing sedang mengembangkan bandaranya dengan konsep airport city, yang menyediakan berbagai fasilitas dan layanan seperti sebuah Central Business District. Bandara sudah menjadi “national competitive tool” disamping perannya sebagai “nexus of intermodal transportation and economic engine”. Laporan tahunan dan brosur perusahaan dari bandara-bandara terkemuka sudah menampilkan kontribusi ekonomi bagi komunitasnya berupa restribusi, pajak dan lapangan kerja yang tercipta akibat keberadaan bandara tersebut.

Sumber : Majalah Angkasapura

Categories
Bandar Udara

Global Airports Indonesia 2012

Global Airports Indonesia 2012 merupakan seminar dan pameran industri bandara bertaraf internasional yang dipersembahkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Acara yang diorganisir oleh PT Angkasa Pura Support bersama dengan US Commercial Service ini akan membahas tentang pengembangan terakhir industri kebandar-udaraan di market global termasuk implementasi Airport City.

Global Airports Indonesia 2012
Global Airports Indonesia 2012

Peran bandara saat ini menjadi semakin penting, tidak hanya sekedar tempat beroperasinya maskapai penerbangan, namun telah bergeser menjadi pintu gerbang perekonomian, penunjang kegiatan pariwisata, perdagangan serta simpul dalam jaringan transportasi.

Global Airports Indonesia 2012 yang akan dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 26 Juni – 27 Juni 2012 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta  akan menjadi suatu perhelatan Seminar yang sangat luar biasa dan bertaraf Internasional sehingga menjadi wadah tepat bagi para pengguna jasa Industri, pelaku bisnis dan pihak pembuat kebijakan untuk bertemu dan membuka cakrawala menuju konsep Airport City.

Pembicara Global Airports Indonesia 2012 bertaraf internasional seperti :

      1. Dr. John Kasarda, Guru Konsep City Airport, Profesor di Universitas North Carolina dan Penulis “Aerotropolis”
      2. CW Lee, CEO Incheon International Airport Korea.
      3. Bapak Ir. Ciputra, “The Legend of Indonesia Real Estate Developer”.
      4. Bapak Emirsyah Satar, President dan CEO Garuda Indonesia, President INACA.
      5. Bapak Budiarsa Sastrawinata, President International Urban Development Association.
      6. Mr. Steve Morris, Senior Vice President Aviation – Helmut Obata dan Kassabaum.
      7. Mr. Jeff Scheferman, CEO,  ADC – Houston Airport System.
      8. Bapak Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
      9. Bapak Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan.

dan masih banyak lagi

Categories
Bandar Udara

Bandara Kulonprogo Mulai Dibangun pada 2013

Pembangunan fisik Bandar Udara (Bandara) Internasional Yogyakarta segera dimulai pada 2013. Kementerian Perhubungan mendesak investor untuk segera merealisasikan pembangunan itu. Sebab, Bandara Adi Sutjipto saat ini sudah tidak memadai untuk kebutuhan penerbangan komersial. Apalagi bandara itu merupakan bandara militer.

Bandara Kulonprogo Mulai Dibangun pada 2013
Bandara Kulonprogo Mulai Dibangun pada 2013

“Pembangunan bandara baru di Daerah Istimewa Yogyakarta sepenuhnya ditangani swasta, pemerintah tidak memiliki banyak kewenangan dalam mencampuri urusan ini,” kata Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Sutantono, Sabtu, 5 Mei, 2012.

Pemerintah, kata dia, hanya bisa membantu dari sisi regulasi dan kebijakan pendukung lainnya. Selebihnya menjadi kewenangan PT Angkasa pura I, dengan beberapa investor asing yang menjadi mitra kerja.

Saat ini investor telah menyelesaikan proses studi kelayakan. Dalam hasil penelitian yang ada sudah ada dua lokasi di Bantul dan Kulonprogo yang menjadi prioritas. Lokasi di Paliyan, Temon, Kulonprogo, bakal menjadi lokasi paling ideal karena menempati ranking pertama.

“Anda sudah tahu, saya tak perlu memerinci di mana lokasinya,” kata Bambang menjawab lokasi yang dipilih antara Bantul dan Kulonprogo.

Dari hasil penelitian tersebut juga sudah ditindaklanjuti dengan penyusunan detail desain. Desain bandara akan mengampu kebutuhan yang harus disediakan dalam mendukung bandara bertaraf internasional.

Desain sudah harus selesai pada 2012 karena pembangunan fisik bandara mulai 2013. Termasuk tata ruang dan kawasan di sekitar lokasi. Bambang menambahkan, bandara ini akan diarahkan sebagai konsep city airport, bukan airport city. Jadi banyak akses yang dibangun untuk mendukung bandara baru tersebut. “Termasuk akses transportasi kereta api dan jalan raya,” kata dia.

Ditemui terpisah Ketua Jogja Invesment Forum (JIF), Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwinoto, menyatakan pembangunan bandara ini akan banyak melibatkan investor nasional bersama dengan asing. “Tapi kami berharap investor lokal diutamakan. Kami akan menjembatani para investor,” kata dia.

Sayangnya, kata dia, rencana pembangunan bandara baru ini sudah menimbulkan gejolak harga tanah. Meskipun mayoritas tanah yang digunakan merupakan Pakualaman ground, ada sebagian yang milik masyarakat.

Para spekulan tanah sudah mulai gerilya di wilayah yang akan digunakan sebagai lokasi bandara. Hal tersebut harus ditekan untuk mendukung iklim investasi.