Categories
Tips Penerbangan

Tips Cegah Pencurian Bagasi di Bandara

Kasus pembobolan barang bagasi penumpang oleh porter maskapai menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di awal tahun ini. Kabar itu cukup menggemparkan, apalagi setelah Mabes Polri menyatakan tak ada bandara di Indonesia yang aman dari sindikat pencurian barang bagasi.

Tips Cegah Pencurian Bagasi di Bandara
Tips Cegah Pencurian Bagasi di Bandara

Jika terjadi barang di bagasi hilang, Anda harus segera melaporkan ke maskapai yang bersangkutan. Apabila terlalu lama, maka kesempatan untuk mendapat kompensasi bisa hilang. Agar barang yang kita bagasikan tidak hilang, berikut adalah beberapa tips bagaimana mencegah barang bawaan dicuri di bandara :

    • Pilih Penerbangan Langsung, Tidak Transit.
      Semakin banyak berpindah pesawat maka barang bagasi anda juga akan sering berpindah-pindah di bandara sehingga akan besar risiko barang bagasi hilang. Jika memungkinkan, pilih  penerbangan langsung, tidak harus transit, karena bagasi hanya satu kali proses perpindahan barang di bandara.
    • Perhatikan Troli Barang Bawaan.
      Ketika menggunakan troli bandara, selalu perhatikan troli dan isinya, terutama ketika sedang menunggu.
    • Jangan Antri Jauh Saat Pengambilan Bagasi.
      Dengan mendekat pada conveyor pengambilan bagasi maka pengawasan barang anda akan lebih mudah.
  • Jangan Menyimpan Barang Berharga di Bagasi.
    Peraturan penerbangan sekarang penumpang dilarang menaruh barang berharga di bagasi. Sebagai konsekwensi apabila terjadi kehilangan barang bagasi maka pengelola bandara dan airline tidak akan mengganti. Barang berharga seperti perhiasan, dokumen penting, gadget, dan lainnya sebisa mungkin simpan di tas tangan atau ransel yang dibawa ke pesawat.

Demikian tadi beberapi tips untuk mencegah pencurian barang bagasi di bandara. Lebih baik berjaga-jaga daripada sudah terlanjur kehilangan barang bagasi akan merasa kecewa.

Categories
Tips Penerbangan

Tips Meminimalisasi Kehilangan Barang Bagasi

Kita sudah sering mendengar seorang penumpang pesawat kehilangan barang bagasinya. Atau bahkan anda sendiri pernah mengalami kehilangan barang bagasi saat naik pesawat. Kehilangan barang bagasi bisa menjadi tragedi yang sangat tidak diinginkan bagi traveler manapun. Meski hanya satu, kehilangan barang sungguh bukan pengalaman yang menyenangkan.

Tips Meminimalisasi Kehilangan Barang Bagasi
Tips Meminimalisasi Kehilangan Barang Bagasi

Ada beberapa cara untuk mengurangi kesempatan Anda kehilangan barang bawaan saat sedang traveling. berikut ini Tips Meminimalisasi Kehilangan Barang Bagasi di pesawat :

1. Gunakan koper yang tidak terlalu mahal

Jika Anda sering traveling, tentu sudah hafal betapa kehilangan bagasi adalah masalah yang sering terjadi. Mendapati bahwa bagasi hilang dan belum bisa ditemukan langsung terbayang berapa benda hilang yang ada di dalam sana. Untuk menghindari hal tersebut, gunakan koper yang tidak terlalu mahal. Ini berguna untuk menghindari pencuri yang tertarik dengan koper Anda. Namun pastikan juga tas atau koper Anda cukup kuat dan tahan banting. Karena tentu tak ingin barang-barang Anda berantakan.

2. Warna koper yang mencolok

Untuk memudahkan mengenali koper milik kita dalam jarak tertentu, sebaiknya menggunakan koper dengan warna yang mencolok.  Warna oranye, kuning nyala atau merah terang jadi beberapa alternatif warna yang bisa dipilih. Usahakan warna koper masih jarang digunakan banyak orang. Atau, pilih koper dengan warna-warni yang terang.

3. Gunakan label nama yang cukup besar

Label nama kecil tidak akan terlalu berpengaruh karena jadi mudah hilang. Agar lebih aman, pilihlah label nama yang lebih besar dan kuat. Juga, pasang label nama lebih dari satu. Ini untuk jaga-jaga jika salah satu label di koper tertarik atau copot dari badan tas atau koper Anda. Tulislah dengan spidol yang jelas dan Anti air sehingga meminimalisasi lunturnya tulisan dari label.

4. Simpan bukti bagasi

Saat menaruh bagasi, pastikan Anda mendapat daftar barang bawaan Anda yang sudah dicek pihak maskapai. Jika tiba-tiba bagasi raib, setidaknya Anda bisa mengklaim kehilangan barang dengan membawa daftar tersebut. Pastikan Anda bisa mengklaim kehilangan sehingga bagasi raib tersebut bisa lekas dicari atau diganti.

Categories
Maskapai Penerbangan Tips Penerbangan

Tips Aman Bagasi Pesawat di Bandara

Seringkali kita kehilangan koper atau tas travel yang di taruh di bagasi. Kemungkinan karena pada saat transit/pindah pesawat, bahkan akibat kelalaian petugas bandara, mungkin karena banyaknya tas/koper, Ada cara-cara agar kita tidak kehilangan tas dan koper di bandara, seperti di bawah ini :

1. Tandai koper Anda

Mulailah dengan memberi tanda koper Anda dengan nama dan nomor telepon di luarnya perlu mencantumkan alamat Jelas. Agar sewaktu koper anda hilang, ada kemungkinan pihak bandara bisa menghubungi orang di alamat yang anda cantumkan, atau dikirimkan ke alamat tersebut. Ketika Anda memeriksa tas, pastikan bahwa stiker maskapai penerbangan memiliki nomor penerbangan dan tujuan yang benar.

Tips Bagasi Aman di Bandara

2. Pisahkan barang kebutuhan

Jangan menyimpan semua pakaian Anda dalam satu tas. Jika Anda membawa beberapa koper, Anda bisa memisahkannya. Dengan cara ini, jika salah satu koper hilang, Anda tidak akan sepenuhnya kehilangan benda yang penting.

3. Periksa selalu koper Anda

Stiker kecil yang Anda dapatkan ketika memeriksa tas benar-benar penting. Perlakukan seperti emas. Jika tas hilang dan Anda tidak memiliki klaim, maka maskapai penerbangan mungkin mencoba untuk berpura-pura tidak memiliki tas Anda sama sekali.

4. Cobalah untuk terbang tanpa transit

Cara yang paling sering untuk kehilangan koper adalah ketika pindah antara pesawat. Jadi, jika memungkin hindari pindah pesawat . Dan pastinya mencoba untuk menghindari koneksi yang memerlukan pergantian terminal atau bahkan bandara.

Tips Bagasi Aman di Bandara
Tips Bagasi Aman di Bandara

5. Hindari maskapai bermasalah

Anda mungkin mendengar berita tentang beberapa maskapai yang bermasalah. Jika Anda ragu-ragu, sebaiknya tidak menggunakan maskapai penerbangan tersebut.

6. Gunakan jasa pengiriman

Jika Anda bepergian dengan sesuatu yang sangat penting dan namun tidak dapat membawanya bersama Anda, jasa pengiriman barang ternama merupakan pilihan yang tepat. Ini bisa menjamin, barang bawaan akan tiba bersama Anda di tujuan.

7. Pertimbangkan asuransi

Meskipun sepertinya hal ini jarang ditemui di negara kita namun ada baiknya mempertimbangkan untuk mendapatkan asuransi dari sebuah perusahaan asuransi besar.

Categories
Info Penerbangan Maskapai Penerbangan

Permenhub No 77 Tahun 2011 tentang Asuransi Delay Pesawat, Bagasi Hilang dan Kecelakaan

Kementerian Perhubungan pada tanggal 8 Agustus 2011 telah menandatangani Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan.

Salah satu yang ramai dibicarakan adalah maskapai penerbangan yang delay lebih dari 4 jam wajib memberikan ganti rugi Rp 300 ribu bagi tiap penumpang.

Intinya, Permenhub itu menekankan tanggung jawab pengangkut udara terhadap penumpang, termasuk keterlambatan, bagasi tercatat yang hilang atau rusak, hingga asuransi penumpang yang meninggal, luka-luka dan cacat tetap.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011

Sedangkan bagasi tercatat yang hilang, maskapai harus memberikan ganti rugi Rp 200 ribu per kilogram, maksimum Rp 4 juta. Sedangkan untuk kargo yang hilang, pengangkut wajib memberikan ganti rugi sebesar Rp 100.000 per kilogram, dan untuk kargo yang rusak wajib diberikan ganti rugi sebesar Rp 50.000 per kilogram.

“Kalau ada penumpang meninggal ganti ruginya Rp 1,25 miliar. Kalau dulu kan tidak jelas. Sekarang minimumnya segitu. Dulu kan kecil dan tidak lengkap (asuransinya), sekarang kita lengkapi termasuk soal bagasi,” beber Herry.

Kemenhub memberikan waktu 3 bulan untuk sosialisasi aturan ini baik kepada maskapai atau penumpang. Maskapai yang sudah memiliki kontrak asuransi, diizinkan untuk menyelesaikan kontrak lamanya terlebih dahulu.

Selama ini mengenai keterlambatan pesawat dan kompensasi yang harus diberikan, diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 25 Tahun 2008. Permenhub tersebut mengatur tentang maskapai yang harus memberikan camilan, makan besar hingga penginapan bila keterlambatan mencapai waktu tertentu. “Kalau itu lain (dengan Permenhub Nomor 77 Tahun 2011),” kata Herry.

Berikut bunyi pasal-pasal inti dari 10 Bab dan 29 Pasal yang ada:

BAB II
Jenis Tanggung Jawab Pengangkut dan Besaran Kerugian

Pasal 2

Pengangkut yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap:

a. penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka;
b. hilang atau rusaknya bagasi kabin;
c. hilang, musnah, atau rusaknya bagasi tercatat;
d. hilang, musnah atau rusaknya kargo;
e. keterlambatan angkutan udara; dan
f. kerugian yang diderita oleh pihak ketiga.

Pasal 3

Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut:

a. penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang.

b. penumpang yang meninggal dunia akibat suatu kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara pada saat proses meninggalkan ruang tunggu bandar udara menuju pesawat udara atau atau pada saat proses turun dari pesawat udara menuju ruang kedatangan di bandar udara tujuan dan/atau bandar udara persinggahan (transit) diberikan ganti kerugian sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) per penumpang.

c. penumpang yang mengalami cacat tetap, meliputi:
1. penumpang yang dinyatakan cacat tetap total oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang; dan
2. penumpang yang dinyatakan cacat tetap sebagian oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebagaimana termuat dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

d. Cacat Tetap Total sebagaimana dimaksud pada huruf c angka 1 yaitu kehilangan penglihatan total dari 2 (dua) mata yang tidak dapat disembuhkan, atau terputusnya 2 (dua) tangan atau 2 (dua) kaki atau satu tangan dan satu kaki pada atau di atas pergelangan tangan atau kaki, atau kehilangan penglihatan total dari 1 (satu) mata yang tidak dapat disembuhkan dan terputusnya 1 (satu) tangan atau kaki pada atau di atas pergelangan tangan atau kaki.

e. penumpang yang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, klinik atau balai pengobatan sebagai pasien rawat inap dan/atau rawat jalan, akan diberikan ganti kerugian sebesar biaya perawatan yang nyata paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) per penumpang.

Pasal 5

(1) Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang mengalami kehilangan, musnah atau rusaknya bagasi tercatat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c ditetapkan sebagai berikut:

a. kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau bagasi tercatat musnah diberikan ganti kerugian sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) per kg dan paling banyak Rp 4.000.000,00 (empat juta rupiah) per penumpang; dan

b. kerusakan bagasi tercatat, diberikan ganti kerugian sesuai jenisnya bentuk, ukuran dan merk bagasi tercatat.

(2) Bagasi tercatat dianggap hilang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apabila tidak diketemukan dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal dan jam kedatangan penumpang di bandar udara tujuan.

(3) Pengangkut wajib memberikan uang tunggu kepada penumpang atas bagasi tercatat yang belum ditemukan dan belum dapat dinyatakan hilang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) per hari paling lama untuk 3 (tiga) hari kalender.

Pasal 7

(1) Jumlah ganti kerugian terhadap kargo yang dikirim hilang, musnah atau rusak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf d ditetapkan sebagai berikut:

a. terhadap hilang atau musnah, pengangkut wajib memberikan ganti kerugian kepada pengirim sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) per kg.
b. terhadap rusak sebagian atau seluruh sisi kargo atau kargo, pengangkut wajib memberikan ganti kerugian kepada pengirim sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) per kg.
c. apabila pada saat menyerahkan kepada pengangkut, pengirim menyatakan nilai kargo dalam surat muatan udara (airway bill), ganti kerugian yang wajib dibayarkan oleh pengangkut kepada pengirim sebesar nilai kargo yang dinyatakan dalam surat muatan udara.

(2) Kargo dianggap hilang setelah 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak seharusnya tiba di tempat tujuan.

Pasal 9

Keterlambatan angkutan udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e terdiri dari:
a. keterlambatan penerbangan (flight delayed);
b. tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger); dan
c. pembatalan penerbangan (cancelation of flight)

Pasal 10

Jumlah ganti kerugian untuk penumpang atas keterlambatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a ditetapkan sebagai berikut:

a. keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;

b. diberikan ganti kerugian sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara;

c. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.

Lampiran

Besaran Ganti Kerugian Cacat Tetap Sebagian

Cacat Tetap Sebagian Besaran Ganti Kerugian
a. Satu Mata Rp 150.000.000,00
b. Kehilangan pendengaran Rp 150.000.000,00
c. Ibu jari tangan kanan

-tiap satu ruas

Rp 125.000.000,00

Rp 62.500.000,00

d. Jari telunjuk kanan – tiap satu ruas Rp 100.000.000,00 – Rp 50.000.000,00

e. Jari telunjuk kiri – tiap satu ruas Rp 125.000.000,00 – Rp 25.000.000,00

f. Jari kelingking kanan-tiap satu ruas Rp 62.500.000,00 – Rp 20.000.000,00

g. Jari kelingking kiri-tiap satu ruas Rp 35.000.000,00 – Rp 11.500.000,00

h. Jari tengah atau jari manis-tiap satu ruas Rp 50.000.000,00 – Rp 16.500.000,00

i. Jari tengah/jari manis kiri-tiap satu ruas Rp 40.000.000,00 – Rp 13.000.000,00