Categories
Info Penerbangan Maskapai Penerbangan

Cuaca Buruk Pesawat Batal Mendarat di Bandara Internasional Lombok

Akibat angin kencang dengan kecepatan 40 knot/jam, beberapa pesawat komersial dari Bandara Ngurah Rai, Bali, batal mendarat di Bandara Internasional Lombok,  sehingga terpaksa kembali ke Denpasar.

Pesawat Batal Mendarat di Bandara Internasional Lombok
Pesawat Batal Mendarat di Bandara Internasional Lombok

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Internasional Lombok Gede Sudika Pratama membenarkan ada pesawat komersial yang batal mendarat akibat cuaca buruk.

Ia mengatakan, angin kencang dengan kecepatan 40 knot per jam membuat pesawat yang tidak terlalu besar riskan mendarat, sehingga pilot mengambil keputusan untuk kembali ke Bandara Ngurang Rai Denpasar, Bali.

Karena itu, BMKG Bandara Lombok akan terus menyampaikan perkembangan informasi perubahan cuaca baik untuk kepentingan penerbangan maupun pelayaran.

Cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi sejak beberapa hari terakhir selain berdampak terhadap penerbangan juga penyeberangan kapal.

Categories
Bandar Udara

Gempa Bali, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Normal

Meski gempa yang mengguncang Bali cukup kencang, namun tidak mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kedatangan maupun keberangkatan pesawat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Tidak ada delay. Saya lihat ini penerbangan normal baik yang berangkat dan datang. Ada yang datang tadi pukul 11.30 Wita. Semua sesuai jadwal,” kata staf customer service, Ketut Yudharsana.

Gempa Bali Bandara Ngurah Rai Operasi Normal
Gempa Bali Bandara Ngurah Rai Operasi Normal

Yudharsana mengatakan, gempa berskala 6,8 SR tersebut memang sempat membuat panik sejumlah isi bandara. Baik penumpang dan petugas bandara berlarian ke luar gedung.

Pusat gempa di Bali berada di 143 km barat daya, Nusa Dua, Bali. Magnitudenya 6,8 SR dengan kedalaman 10 km. Gempa ini terjadi pada pukul 10.16 WIB.

Categories
Bandar Udara

Bandara Ngurah Rai Bali Diperluas 2 Kali

PT Angkasa Pura I (Persero) mengalokasikan Rp2,1 triliun untuk perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai di Kelurahan Tuban, Badung, Bali. Perluasan rencananya akan dilakukan dengan memugar Pangkalan Udara Tuban.

Salah satu kegiatan perluasan yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai adalah pembangunan tempat pemeriksaan bagasi menggunakan teknologi lebih canggih. Sistem yang menjadi terobosan terbaru dari PT Angkasa Pura (AP) I ini diklaim bisa menjalankan proses pemeriksaan bagasi lebih cepat.

Bandara Ngurah Rai Baru
Bandara Ngurah Rai Baru

“Dana perluasan Bandara itu seluruhnya berasal dari kas pihak Angkasa Pura I dan pinjaman sindikasi bank-bank nasional,” kata Direktur Proyek Pembangunan Bandara Ngurah Rai, Sri Unon Setyasih.

Dalam rencana perluasan Bandara dengan anggaran Rp2,1 triliun ini, Angkasa Pura I akan merombak berbagai bangunan dan fasilitas yang ada di Bandara Ngurah Rai seluas 285 hektare. Nantinya seluruh pembangunan ini akan membuat areal Bandara lebih luas dua kali lipat dari kondisinya saat ini.

“Mencakup perbaikan dan perluasan terminal internasional dari 65.800 meter persegi menjadi 129.000 meter persegi, terminal domestik dari 13.300 ribu meter persegi akan pindah ke lokasi terminal internasional. Perluasan tempat parkir pesawat (apron) dari 214.500 meter persegi menjadi 300.200 meter persegi,” ujar Sri Unon.

Dia menambahkan, anggaran itu juga dialokasikan untuk pembangunan tempat parkir mobil berlantai empat di lahan seluas 39.000 meter persegi. Selain itu, juga akan dibangun perluasan terminal kargo internasional menjadi 6.000 meter persegi, perluasan komplek persekolahan, landasan pacu dan berbagai kelengkapan bandara lainnya.

Untuk kelangsungan proyek ini, pihak Angkasa Pura I mengaku tidak mengupayakan pembebasan lahan masyarakat. Alasannya, seluruh lahan yang digunakan merupakan milik perusahaan.

“Lahan untuk satu bandara internasional, idealnya minimal 2.000 hektare. Namun, karena di Ngurah Rai lahan yang tersedia hanya 285 hektare, maka itu yang kami optimalkan pemanfaatannya,” katanya.

Sampai saat ini, proses pembangunan perluasan proyek bandara diperkirakan baru berjalan 1,7 persen. Pembangunan yang sudah dimulai sejak Mei 2011 itu, diharapkan rampung pada triwulan kedua tahun 2013 atau berbarengan dengan KTT APEC.

Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai berharap perluasan bandara ini dapat meningkat daya tampung wisatawan mancanegara dan domestik yang diprediksi per tahunnya mencapai 25 juta orang mulai 2025. Saat ini rata-rata tingkat kunjungan wisatawan mencapai 11 juta orang.

Sumber : Vivanews

Categories
Bandar Udara Maskapai Penerbangan

25 Tahun Malaysia Airlines Terbang ke Bandara Ngurah Rai

Pada tanggal 31 Mei 2011 kemarin Maskapai Penerbangan Malaysia Airlines merayakan peringatan 25 tahun penerbangannya ke Bandara Ngurah Rai denpasar Bali. Perayaan dilaksanakan secara sederhana di Bandar Udara Ngurah Rai dengan dihadiri General Manager Bandara Ngurah Rai, Purwanto, S.E.,M.M, pejabat Malaysia Airlines, antara lain Executive Vice President Sales & Marketing, Dato’ Bernard Francis, Regional Senior Vice Presiden, Muzammil Mohamad dan Area Manager Malaysia Airlines untuk Indonesia, Roslan Ismail.

Pada usianya yang ke-25 tahun ini, Malaysia Airlines juga melakukan pembaharuan armadanya dengan melaunching armada Airbus 330 seri 300. Pesawat ini memiliki total kapasitas 283 tempat duduk yang dilengkapi dengan audio video, sandaran kepala yang dapat diatur, sambungan listrik dan USB laptop dan alat-alat elektronika lainnya.

25 Tahun Malaysia Airlines terbang ke Bandara Ngurah Rai
25 Tahun Malaysia Airlines terbang ke Bandara Ngurah Rai

Dalam sambutannya GM Bandara Ngurah Rai mengungkapkan bahwa seiring dengan perjalan waktu, Malaysia Airlines semakin perkembang. Terbukti saat ini Malaysia Airlines telah melayani penerbangan Denpasar Kuala Lumpur sebanyak 21 kali dalam seminggu. Tentunya diharapkan kedepannya akan terus meningkat. Tidak lupa pula GM menyampaikan ucapan selamat atas perayaan 25 tahun penerbangan malaysia ke Bali. “Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan berkembang, mengingat Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sangat terkenal baik di Indonesia maupun di dunia”.

Categories
Bandar Udara

Profil Bandara Internasional Ngurah Rai Bali

PT (Persero) Angkasa Pura I adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang Pengelolaan Jasa Kebandarudaraan. PT (Persero) Angkasa Pura I mengelola 13 Bandar Udara yang tersebar di kawasan Tengah dan Timur Indonesia. Dan Bandara Ngurah Rai merupakan Bandara terbesar yang dikelola oleh PT (Persero) Angkasa Pura I. Sebagai satu-satunya Bandar Udara di Pulau Bali, menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai Pintu Gerbang utama menuju Wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

Ngurah Rai International Airport Bali
Ngurah Rai International Airport Bali

Bandara Ngurah Rai dibangun pada tahun 1930 oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats (semacam Departemen Pekerjaan Umum). Landas pacu berupa airstrip sepanjang 700m dari rumput di tengah ladang dan pekuburan di desa Tuban. Karena lokasinya berada di Desa tuban, masyarakat sekitar menamakan airstrip ini sebagai Pelabuhan Udara Tuban.

Fasilitas Pelayanan Pesawat Udara

Landasan Pacu

Berukuran 45 M x 3.000 M dengan konstruksi perkerasan beton dan aspal, PCN 83/F/C/X/T, dapat digunakan pesawat kelas B 747-400 untuk menempuh jarak setara Denpasar – Tokyo tanpa pembatasan beban.

Runway Ngurah Rai Airport Bali

Fasilitas Sisi Udara

Aerodome Refference Code : 4E
Runway Operation Category : Cat I
Dimensi Runway : (3.000 x 45) M
Runway Strip : (3.120 x 300) M
Taxiway
Perpendicular : 5
Dimensi : 3 x (148,5 x 23) M (600 x 23) M (600 x 23) M
Rapid Exit : 2
Dimensi : 2 x (237,62 x 23) M
Apron
F1 : 9   ( F1 = B-747, A-300, A-330, A-340, B-777)
F2 : 4   ( F2 = DC-10, A-310, A-320, A-319, MD-11, B-767)
F3 : 25 ( F3 = B-737, DC-9, Fokker-100, MD-82, MD-90)
F4 : –   ( F4 = Fokker-50, Fokker-28, Fokker 27, Cassa-212, ATR-42, ATR-72)
Luas Apron : 269.367 M²
Apron Cargo : Gabungan dengan pesawat penumpang
Fire Fighting Category : Cat – IX
Helipad : 675 M²
Lahan GSE : 24.490 M²

Fasilitas Sisi Darat

Terminal Penumpang Internasional : 65.898,5 M²
Terminal Penumpang Domestik : 14.791,86 M²
Parkir Kendaraan : 51.348  M²
VIP I : 633 M²
VIP II : 400 M²
Cargo International Area : 3.708 M²
Cargo Domestik Area : 2.574 M²
Inflight Catering : 5.720 M² (PT. Angkasa Citra Sarana / ACS)
Inflight Catering II : 3.040 M² (PT. Jasapura Angkasa Boga)
Aircraft Refueling Capacity : (PT. Pertamina (Persero))
3 Buah Tangki Pendam : 6.481.000 liter
3 Buah Tangki Pendam : 13.528.000 liter
Fasilitas Search&Rescue (SAR) : Tersedia
Trolley : Tersedia

Landasan – taxi

Beberapa “landasan – taxi – keluar” dan “landasan – taxi – sejajar” dengan konstruksi aspal dan beton meningkatkan kapasitas landasan pacu.

Pelataran Parkir Pesawat

Kapasitas Pelataran Parkir Pesawat adalah 7 posisi pesawat kelas B 747-400,6 posisi pesawat kelas A 320, dan 25 posisi untuk kelas B 737, (dalam waktu bersamaan).

Helipad

Untuk pendaratan helikopter, tersedia tiga buah helipad.
Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU).
Tersedia fasilitas DPPU dengan kapasitas simpan 6.540 kiloliter yang dioperasikan oleh Pertamina untuk pelayanan pengisian BBM bagi pesawat udara, baik dengan menggunakan hidran maupun kendaraan tanki, jenis bahan bakar avtur dan avigas.

Unit Pertolongan Kecelakaan

Tersedia Unit Pertolongan Kecelaka-an Penerbangan & Pemadam Kebakaran (PKP&PK) dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan Katagori 9 menurut persyaratan ICAO.

Penghargaan Yang Diperoleh :

  1. Penghargaan pelayanan publik dari departemen perhubungan tanggal 6 september 2005
  2. Bumn terbaik 2005 kategori infrastruktur, konstruksi, perhubungan dan kawasan industri oleh investor (media investasi & keuangan)
  3. Bandara internasional terbaik di indonesia dari aspek keamanan & keselamatan tahun 2007 yang diberikan oleh departemen perhubungan republik indonesia.
  4. Peringkat satu dalam penyediaan dan pengelolaan toilet umum bersih tahun 2007 yang diberikan oleh menteri kebudayaan dan pariwisata sebagai bandar udara internasional terbersih.
  5. Penilaian unit pelayanan publik di lingkungan departemen perhubungan tahun 2007
  6. Wajib pajak terbaik kabupaten badung tahun 2007 (best region tax-payer of badung regency year 2007)
  7. Penghargaan kecelakan nihil (zero accident) dalam melaksanakan program kesehatan dan keselamatan kerja tahun 2008 yang diberikan oleh departemen tenaga kerja & transmigrasi.
  8. Bandara berkinerja terbaik 2007 kategori Bandara Growth dan Take Off yang diberikan oleh Direktur Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I.
  9. Penghargaan citra pelayanan prima pada tahun 2008 diberikan oleh MENPAN.