Simulasi Terminal Baru Bandara Supadio Pontianak

Selama pelaksanaan simulasi di Bandara Supadio, terminal baru tahap I dioperasikan hanya untuk menyambut kedatangan penumpang dari kota-kota lain di Kalimantan dengan pesawat ATR yang dioperasikan oleh Kalstar Aviation, Garuda Indonesia, dan Trigana Air Service. Sementara itu, keberangkatan domestik dan internasional serta kedatangan internasional tetap melalui terminal yang digunakan saat ini.

Lion Air Tergelincir di Bandara Supadio Pontianak

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 716 rute Jakarta-Pontianak tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat sekitar pukul 19.45 WIB. Pada saat mendarat kondisi Bandara Supadio dalam keadaan hujan dan gelap, tetapi status bandara masih layak untuk didarati.

Menurut informasi dari salah satu penumpang, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 716 itu berangkat dari Jakarta boarding pukul 18.15 dan take off pukul 18.30. Pada saat tiba di Bandara Supadio, awalnya mulus landingnya. Tapi ketika pesawat posisi sudah sampai tengah landasan kecepatan masih tinggi, hingga sampai di ujung sehingga keluar landasan.

Bandara Supadio Pontianak Beroperasi Normal Kembali

Setelah di tutup lebih dari 29 jam, akibat tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air, Jumat siang kemarin, Bandara Supadio pontianak saat ini sudah beroperasi normal. Sekitar pukul 18.00 WITA Bandara Supadio Pontianak dibuka kembali dengan ditandai pertama mendarat pesawat Batavia Air dari Jakarta.

10 Bandara Angkasa Pura II Over Kapasitas

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Suriadjie Sunoko mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik mengakibatkan 10 dari 12 bandara di wilayah barat Indonesia yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) II mengalami kelebihan kapasitas. Kesepuluh bandara tersebut adalah Polonia (Medan), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Soekarno-Hatta (Jakarta), Supadio (Pontianak), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), dan Raja Haji Fisabililah (Tanjung Pinang). Sedangkan dua bandara lainnya masih dalam kapasitas yang mencukupi, yakni Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Halim Perdanakusumah (Jakarta).