Categories
Maskapai Penerbangan

Sky Aviation Buka Rute Penerbangan Jogja-Lampung

Jum’at tanggal 1 Nopember 2013 kemarin, Maskapai Sky Aviation membuka rute baru penerbangan Lampung-Yogyakarta-Lampung. BerbekalL pesawat baru Skukhoi Super Jet 100 dengan kapasitas 87 seat, Sky Aviation terbang perdana dari Lampung menuju Yogyakarta. Waktu Tempuh dari Bandar Raden Inten II ke Bandara Adi Sucipto ini hanya 1 jam 10 menit saja.

Sky Aviation Buka Rute Penerbangan Jogja-Lampung
Sky Aviation Buka Rute Penerbangan Jogja-Lampung

Untuk penerbangan rute Jogja Lampung ini, Sky Aviation beroperasi tiga kali seminggu yaitu setiap Senin, Rabu dan Jumat. Berangkat dari Lampung 14.25 dan dari Yogya jam 16.10. Penerbangan Sky Aviation ini merupakan direct flight jadi penumpang tidak perlu transit di Jakarta.

Penumpang rute ini akan dimanjakan pilihan kelas bisnis sebanyak 12 kursi dan kelas ekonomi 75 kursi. Dengan jarak antar kursi (seat-pitch) 32 centimeter membuat penumpang lebih nyaman. Adapun harga tiket yang ditawarkan untuk rute ini, kata dia mulai Rp 450 ribu hingga Rp 1,9 juta untuk kelas bisnis.

Rute penerbangan Jogja-Lampung merupakan rute ke-34 yang dibuka Sky Aviation, dan rute baru ini merupakan rute kedua yang menggunakan pesawat Sukhoi Superjet 100. Sampai saat ini Sky Aviation sudah mengantungi izin rute niaga dan carter lebih dari 70 rute domestik dan internasional yang dilayani 11 pesawat jenis Foker 50, Foker 100, Boing 737-300 dan yang terbaru Sukhoi Super Jet 100.

Semoga penerbangan Sky Aviation rute Jogja-Lampung bisa menggairahkan periwisata dan bisnis lainnya kedua kota tersebut. Dan bagi bandara Adisutjipto akan semakin padat trafik penerbangannya. Semoga bisa cepat pindah ke bandara baru yaitu bandara Kulon Progo.

Categories
Kecelakaan Pesawat

Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100

Pesawat komersial Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak saat tengah melakukan joy flight di wilayah Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, masih belum ditemukan. Upaya pencarian pun terus dilakukan oleh Badan SAR Nasional dan tim gabungan TNI-Polri, baik melalui jalur darat maupun udara.

Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100
Kronologi Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100

Pesawat yang membawa 47 orang, terdiri atas 39 penumpang undangan dan 8 awak pesawat, ini dilaporkan hilang kontak di koordinat 06 43 08 South dan 106 43 15 East. Titik tersebut terpantau berada di wilayah Kecamatan Cidahu, Bogor.

Pesawat tersebut diketahui hilang kontak setelah 21 menit lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma. Berikut kronologi insiden tersebut :

9 Mei 2012, pukul 14.00 WIB

Pesawat take off dari Halim Perdanakusumah ke Pelabuhan Ratu, misi sebagaimana disebutkan PT Trimarga Rekatama, yaitu joy flight. Kemudian pesawat itu kembali ke Bandara Halim Perdanakusumah. Refreshment sebentar.

Pukul 14.12 WIB

Usai refreshment, pesawat kembali take off untuk melakukan joy flight.

Pukul 14.33 WIB

Pesawat tiba-tiba lost contact. Namun, sebelum lost contact, pesawat Sukhoi sempat meminta izin untuk turun dari ketinggian 10.000 kaki menjadi 6.000 kaki. Posisinya di 10 nautical mile dari Atang Sanjaya.

Pukul 17.00 WIB

Keluarga penumpang mulai berdatangan ke Halim untuk memantau kabar hilangnya pesawat.

Pukul 20.30 WIB

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (9/5) malam bersama KNKT dan Trimarga Rekatama. Dia menuturkan pesawat hilang kontak, belum bisa dipastikan jatuh.

Basarnas langsung menerbangkan 2 heli Bronco dan Superpuma begitu mendapat info pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut hilang kontak. Namun, karena kondisi awan yang begitu pekat dan angin yang terlalu kencang, maka pencarian udara dihentikan pada Rabu malam dan dilanjutkan pagi ini.

10 Mei 2012, pukul 00.00 WIB

Dandim 0607 Sukabumi Letkol Mukhlis mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri telah berangkat ke kawasan Kawah Ratu yang berada di kaki Gunung Salak. Ada 6 tim ini yang akan menyebar ke titik-titik yang berbeda di kawasan Kawah Ratu. Tim keenam telah berangkat pukul 06.30 WIB. “Kita titik beratkan di kawasan Kawah Ratu,” tuturnya.