Currently Viewing

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  menutup tahun 2011 dengan berhasil meraih pendapatan (unaudited) sebesar Rp 27,1 triliun. Pendapatan tahun 2011 tersebut meningkat sebesar 39 persen dibanding periode tahun 2010 yang sebesar Rp 19,5 triliun.

Dalam siaran pers, Jumat 13 Januari 2012, Garuda menjelaskan peningkatan pendapatan (unaudited) tersebut berhasil dicapai melalui ekspansi operasional perusahaan melalui program “Quantum Leap” dan melalui program efisiensi perusahaan serta melalui utilisasi aset. Selama tahun 2011, Garuda Indonesia berhasil mengangkut sebanyak 17,1 juta penumpang (domestik 13,9 juta, international 3,2 juta) atau meningkat 36,8 persen dibanding 12,53 juta penumpang pada tahun 2010.

Kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) pada tahun 2011 juga meningkat sebesar 26 persen menjadi 32,5 miliar dibanding 25,77 miliar pada tahun 2010. Selain itu, “yield” penumpang meningkat sebesar 12,4 persen menjadi USC 9,63 dibanding tahun 2010 yang sebesar USC 8,6.

Selama tahun 2011, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia (domestik dan internasional) juga mengalami peningkatan sebesar 27 persen menjadi 130.043 penerbangan, dibanding periode tahun 2010 yang sebanyak 102.724 penerbangan.

Selain itu – pada tahun 2011 – Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) sebesar 5 persen menjadi 74,7 persen dari 71,7 persen pada tahun sebelumnya atau meningkat sebesar lima persen. Utilisasi pesawat juga meningkat dari 9:23 jam pada tahun 2010 menjadi 10:40 jam pada tahun 2011. Tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) juga meningkat menjadi 85,68 persen dibanding 80,15 persen pada tahun lalu.

Pada periode tahun 2011, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan market share-nya di pasar domestik menjadi 28,3 persen, meningkat lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 23,7 persen. Pasar penumpang pesawat udara domestik pada 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 16 persen, namun pasar penumpang Garuda Indonesia meningkat signifikan sebesar 36 persen, lebih tinggi dari peningkatan maskapai lainnya yang rata – rata sebesar 9 persen. Sementara penumpang internasional tumbuh sebesar 12 persen di mana pasar Garuda Indonesia berhasil tumbuh sebesar 29,5 persen di atas maskapai lainnya yang sebesar 8 persen.

Berkaitan dengan pengembangan armada dan ekspansi yang dilaksanakan, Garuda Indonesia – pada tahun 2011 – menerima 11 pesawat baru terdiri dari 2 A330-200 dan 9 B737-800 Next Generation, sehingga total pesawat yang dioperasikan selama tahun 2011 adalah sebanyak 88 pesawat dengan rata – rata umur pesawat 6,5 tahun.

Pada tahun 2011 Garuda meresmikan Makassar sebagai “hub” ketiga setelah Jakarta dan Denpasar. Sebagai hub, Makassar menghubungkan 15 kota di Sulawesi, Maluku, Papua dan Singapura. Garuda juga membuka tujuh rute baru selama 2011 yaitu rute Makassar – Gorontalo, Surabaya – Ambon, Makassar – Balikpapan, Makassar – Singapura, Makassar – Ternate, Surabaya – Balikpapan, dan Balikpapan – Yogyakarta.

Selain itu, selama tahun 2011, Garuda Indonesia meningkatkan layanan dengan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai kota di domestik dan internasional. Rute – rute Jakarta – Shanghai, Jakarta – Seoul, Denpasar – Seoul, dan Jakarta – Sydney ditingkatkan frekuensinya dari 5 kali menjadi 7 kali per minggu.





Copyright © 2011 BandaraOnline.com. All rights reserved. Design by Bandara Online. Powered by : Wordpress
Contact | Sitemap | Privacy