Categories
Info Penerbangan

Rute Baru Sriwijaya Air Jogja Lampung

Maskapai penerbangan Sriwijaya melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka rute baru Jogjakarta – Lampung. Rute Penerbangan baru domestik Sriwijaya Air diberlakukan mulai tanggal 22 Maret 2017 dengan rute penerbangan Lampung (TKG) – Yogyakarta (JOG) – Lampung (TKG). Penerbangan ini tersedia setiap harinya pada pukul 16.55 WIB  dengan menggunakan pesawat Boeing 737 series 300, Sriwijaya Air SJ 336 ini dapat membawa penumpang hingga 148 penumpang.

Rute Baru Sriwijaya Air Jogja Lampung
Rute Baru Sriwijaya Air Lampung Jogja

PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menyambut baik rute penerbangan baru Sriwijaya Air ini. Diharapkan dengan adanya rute penerbangan direct dari dan ke Lampung ini dapat memberikan alternatif pilihan waktu bagi penumpang serta dapat menambah seat bagi penumpang yang hendak datang dan pergi dari dan ke Yogyakarta dan Lampung. Sebelum memiliki izin rute penerbangan baru ini, Sriwijaya hanya menyediakan rute penerbangan connecting Yogyakarta – Jakarta – Lampung dengan SJ 231 pada pukul 11.00 WIB.

Untuk penerbangan pertama tujuan Yogyakarta – Lampung ini, load factor mencapai 99%. Ini membuktikan bahwa rute ini diminati oleh masyarakat. Semoga rute penerbangan baru ini selanjutnya dapat mengakomodasi kebutuhan dan permintaan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari dan ke Lampung.

General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menyampaikan bahwa penambahan slot ini telah mendapatkan izin dari Dirjen Perhubungan Udara,  Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandara akan terus mengawal penambahan rute baru Yogyakarta-Lampung ini. Semoga dengan adanya penambahan rute baru ini benar-benar dapat menambah manfaat bagi penumpang. Baik dari segi alternatif waktu, ketersediaan seat hingga pelayanannya. Manajemen akan terus memastikan bahwa penumpang akan mendapatkan pelayanan yang terbaik serta penerbangan yang aman dan nyaman.

Categories
Bandar Udara

Pesawat Angkasa Air Kecelakaan di Bandara Adi Soemarmo, Lima Orang Tewas

Pesawat Angkasa Air dengan kode penerbangan SOC-086 mengalami kecelakaan di Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Rabu pagi (23/03). Pesawat dengan rute Timur Tengah-Surakarta tersebut mengalami kegagalan saat melakukan pendaratan di landasan pacu Bandara Adi Soemarmo sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga kecelakaan tersebut disebabkan karena pesawat mengalami pecah ban dan terbakar.

Pesawat Angkasa Air Kecelakaan di Simulasi Kecelakaan Pesawat dalam-PKD Dirgantara Raharja 86 Bandara Adi Soemarmo Solo
Pesawat Angkasa Air Kecelakaan di Simulasi Kecelakaan Pesawat dalam-PKD Dirgantara Raharja 86 Bandara Adi Soemarmo Solo

Pesawat jenis Airbus A-330 seri 200 berkode registrasi PK-SOC itu membawa 135 orang penumpang dan kru. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim evakuasi, dilaporkan 5 orang meninggal dunia, 20 orang luka berat, 22 orang luka sedang, dan 88 orang luka ringan.

Beruntung, kejadian tersebut merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-86 yang diselanggarakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Latihan ini melibatkan sekitar 900 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee Angkasa Pura I, TNI AU Lanud Adi Soemarmo, Perum LPPNPI, TNI/POLRI, Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Imigrasi Surakarta, Kantor Bea Cukai Surakarta, beberapa rumah sakit dan puskesmas di sekitar Bandara Adi Soemarmo, serta Pemadam Kebakaran.

Tim KKP & AFFR Bandara Adi-Soemarmo mengevakuasi korban terjangkit virus MERS (PKD Dirja 86 Bandara-Adi Soemarmo)
Tim KKP & AFFR Bandara Adi-Soemarmo mengevakuasi korban terjangkit virus MERS (PKD Dirja 86 Bandara-Adi Soemarmo)

Latihan yang digelar di Bandara Adi Soemarmo ini merupakan simulasi berskala besar (full scale exercise), yang terdiri dari simulasi penanganan kecelakaan pesawat, simulasi pengamanan aksi terorisme, simulasi penanganan kebakaran gedung (fire building exercise), dan simulasi penanganan media handling saat kondisi gawat darurat.

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan maksud untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antarunit dan instansi sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara (Airport Emergency Plan Document) dan Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme Document). Juga untuk melatih dan memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

PT. Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara terus berkomitmen senantiasa memenuhi aspek dasar yang meliputi 3S+1C, yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama karena terkait dengan keselamatan jiwa manusia. Untuk itulah latihan semacam ini dilakukan.

Categories
Info Penerbangan

Throughput Fee Konsesi Pendistribusian Avtur Bandara

PT Angkasa Pura II menjalin kerjasama dengan PT Pertamina terkait adanya throughput fee atau konsesi untuk pendistribusian avtur (bahan bakar pesawat). Throughput fee tersebut dibayarkan oleh Pertamina atas fasilitas yang diberikan PT Angkasa Pura II hingga avtur bisa sampai ke pesawat.

Throughput Fee Konsesi Pendistribusian Avtur Bandara
Throughput Fee Konsesi Pendistribusian Avtur Bandara

Ketentuan mengenai throughput fee juga merupakan best practice di bandara internasional lain di seluruh dunia yang mengacu pada ICAO 9082, tentang ICAO Policies on Charge for Airports and Air Navigation Services dan throughput fee.

Dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura II (Persero) belum semuanya dikenakan biaya konsensi. Setidaknya ada 6 bandara yang dikenakan biaya konsensi dan 7 bandara yang belum dikenai throughput fee. Dari enam bandara yang dikenakan biaya konsensi, yang paling tinggi yakni terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, yakni Rp33 per liter. Untuk Bandara Internasional Kualanamu, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dikenakan Rp10 per liter. Sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma Rp5 per liter.

Tujuh bandara yang belum dikenai throughput fee yakni, Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Sultan Thaha (Jambi), Bandara Depati Amir (Pangkalpinang), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Bandara Silangit (Tapanuli Utara), dan Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh).

Categories
Bandar Udara Maskapai Penerbangan

Jadwal Penutupan Loket Tiket di Bandara Angkasa Pura II

Untuk menindak lanjuti Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor HK 209/I/I6PHB.2014, PT Angkasa Angkasa Pura II (Persero) memastikan akan menghapus loket penjualan tiket pesawat di bandara yang dikelolanya secara bertahap. Ditutupnya loket penjualan tiket di bandara, bertujuan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, dan pelayanan. Selain itu juga bisa menciptakan suasana lebih teratur dan nyaman, menghilangkan pihak yang berkepentingan di bandara, dan menghapus praktik percaloan tiket.

Jadwal Penutupan Loket Tiket di Bandara Angkasa Pura II
Jadwal Penutupan Loket Tiket di Bandara Angkasa Pura II

Proses penutupan penjualan tiket akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu pada 1 Maret 2015. Satu bulan berselang, pada 1 April 2015, AP II akan meniadakan loket tiket di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Bandara Internasional Minangkabau (Padang), dan Bandara Sultan Husein Sastranegara (Bandung).

Pada tanggal 1 Mei 2015 AP II akan dilanjutkan penutupan loket tiket di Bandara Iskandar Muda (Aceh), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Raja Haji Fisabililah (Tanjung Pinang), Bandara Depati Amir (Pangkalpinang), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Sultan Thaha (Jambi), dan Bandara Silangit (Tapanuli Utara).

Untuk mengatasi operasional akibat dihilangkannya loket tiket di bandara, PT. Angkasa Pura II juga mengoperasikan layanan customer service di bandara. Seperti kita ketahui Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor HK 209/I/I6PHB.2014 berlaku efektif mulai 15 Februari. Namun Kementerian Perhubungan memberikan tenggat waktu 3 bulan kepada bandara dan maskapai untuk benar-benar mempersiapkan pelayanan di bandara saat peraturan itu berlaku.

Categories
Bandar Udara

Angkasa Pura Akan Menerapkan PSC on Ticket

PT. Angkasa Pura I (Persero) atau sekarang dikenal dengan Angkasa Pura Airports sebagai pengelola bandara-bandara di Indonesia Timur akan menerapkan Passenger Service Charge (PSC) on ticket untuk pembelian per 1 Februari 2015 dan penggunaan 1 Maret 2015. Sebenarnya PT. Angkasa Pura I telah mempersiapkan implementasi Passenger Service Charge (PSC) on ticket bersama maskapai penerbangan sejak Desember 2014, sehingga bagi Angkasa Pura Airport sudah tidak masalah lagi.

Angkasa Pura Akan Menerapkan PSC on Ticket
Angkasa Pura Akan Menerapkan PSC on Ticket

Ketentuan Passenger Service Charge (PSC) on ticket merupakan tindaklanjut Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 447 Tahun 2014 tentang Pembayaran PSC Disatukan Dengan Tiket Penumpang Pesawat Udara. Selain itu Penerapan Passenger Service Charge (PSC) on ticket juga sebagai upaya pengelola bandara dan maskapai penerbangan untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna pesawat udara.

Seperti kita ketahui PT. Angkasa Pura I merupakan pengelola 13 bandara yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Sultan Aji M. Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Adisumarmo Solo, Adisutjipto Yogyakarta, Ahmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin, El Tari Kupang, Bandara Internasional Lombok, Sam Ratulangi Manado, Pattimura Ambon dan Frans Kaisiepo Biak.

Dalam penerapan Passenger Service Charge (PSC) kepada penumpang pesawat berbeda pada tiap-tiap bandara. Hal tersebut tergantung kepada fasilitas dan kelengkapan layanan yang tersedia. Untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, PSC domestik dikenakan sebesar Rp 75.000,- dan internasional sebesar Rp 200.000,-. Untuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, PSC domestik dikenakan Rp 50.000,- per penumpang dan PSC internasional sebesar Rp 150.000,-.

Categories
Bandar Udara

Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta

Sampai saat ini proses pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta masih belum jelas. Target awal tahun ini selesai pembebasan tanah belum ada titik terang. Kabar terakhir rencanannya akan ada sosialisasi pada masyarakat tentang pembangunan Bandara Kulonprogo. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa megaproyek pembangunan bandara di Kulonprogo memiliki materi sosialisasi yang lengkap dan mampu menjawab semua pertanyaan publik seputar proyek itu.

Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta
Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta

Dijadwalkan awal minggu bulan September menjadi awal dimulainya masa sosialisasi rencana pembangunan bandara Kulonprogo. Realisasi program pembangunan Bandara Kulonprogo akan terlaksana dalam waktu dekat dengan diawali masa sosialisasi. PT Angkasa Pura dan Pemerintah DIY sebagai leading sector pembangunan bandara tersebut akan segera turun ke lapangan untuk memberikan pemaparan terkait megaproyek tersebut

Sesuai ketentuan, sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian dari langkah yang dihitung hari dari proyek pembangunan Bandara Kulonprogo. Ketentuan yang dimaksud adalah timeline, roadmap, term of reference hingga standart operational procedure tahapan pembangunan bandara. Di dalamnya antara lain mencakup jangka waktu sosialisasi maksimal dilakukan dalam waktu tiga bulan.

Sesudah itu, Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Gubernur DIY akan dikeluarkan dan menyusul kemudian proses akuisisi lahan. Waktu yang tersedia untuk realisasi pembangunan bandara sejak masa sosialisasi hingga keluarnya IPL dan dilanjut akuisisi lahan hanya sekitar 200 hari atau 6 bulan saja.

Dengan ketersediaan waktu yang cukup sempit itu, maka materi sosialisasi yang akan disampaikan pada publik mau tak mau harus sedemikian komplit dengan muatan kejelasan proses dan informasinya. Dengan materi sosialisai yang komplit, maka materi yang dipaparkan bisa menjawab segala kekhawtiran warga terdampak atas efek proyek tersebut bagi mereka. Semoga proses sosialisai pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta bisa berjalan lancar dan pembangunan Bandara Kulonprogo segera dimulai.

Categories
Bandar Udara

Bandara Dibawah Angkasa Pura I Akan Terapkan Silent Airport

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara di Indonesia bagian Timur akan menerapkan konsep Silent Airport di beberapa bandara yang dikelolanya. Saat ini yang sudah menerapkan Silent Airport adalah Bandara Juanda Surabaya. Insyaalloh akan menyusul Bandara Sultan Hasanuddin Makasar akan menerapkan Silent Airport pada tanggal 1 Juli 2014 nanti.

Bandara Dibawah Angkasa Pura I Akan Terapkan Silent Airport
Bandara Dibawah Angkasa Pura I Akan Terapkan Silent Airport

Silent Airport atau bandar udara tanpa kebisingan merupakan konsep yang mengubah pola announcement yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kebisingan‎ akibat banyaknya pengumuman yang disiarkan di terminal bandara. Penerapan pola Silent Aiport dilingkungan bandara Angkasa Pura I ini bertujuan untuk menciptakan suasana‎ nyaman bagi pengguna jasa penerbangan diarea terminal bandara.

Sebenarnya konsep Silent Airport sendiri sudah merupakan standar pemberian layanan pengumuman di bandar udara internasional di dunia. Dalam prakteknya nanti, Silent Airport tidak berarti meniadakan pengumuman sama sekali, akan tetapi akan dikurangi intensitas pengumuman. Kalau biasanya setiap penerbangan ada 7 kali pengumuman dengan dua bahasa, Inggris dan Indonesia, maka dengan penerapan Silent Airport ini nantinya hanya akan ada 3 pengumuman, yaitu boarding call, panggilan terakhir untuk penumpang yang belum masuk ke pesawat, dan pengumuman umum seperti jika terjadi penundaan keberangkatan.

Dengan diterapkannya konsep Silent Airport ini, maka PT Angkasa Pura I akan memperbanyak display Boarding pass. Para pengguna jasa penerbangan harus membaca informasi pada boarding pass dan lebih sering membaca layar informasi penerbangan, tidak lagi mengandalkan pengumuman atau announcement di bandara.

Semoga dengan diterapkannya Silent Airport di Bandara Angkasa Pura I, maka pengguna jasa penerbangan lebih nyaman di terminal bandara. Bagi bapak/ibu yang menjemput keluarga atau relasi jangan menunggu pengumuman pesawat mendarat akan tetapi dengan melihat flight information display system (FIDS).

Categories
Bandar Udara

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Di Bandara Adisutjipto

Pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2014 terjadi kebakaran di Teriminal Internasional Bandara Adisutjipto. Pada awalnya, petugas keamanan bandara telah mencium terjadinya kebakaran dan saat itu juga petugas langsung menghubungi dinas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) untuk meminta bantuan pemadaman. Petugas lainnya mengarahkan orang-orang yang ada di dalam gedung untuk keluar menuju emergency exit yang telah ada serta segera mengambil tindakan dengan memadamkan api menggunakan alat pemadam api yang telah disediakan.

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Di Bandara Adisutjipto
Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Di Bandara Adisutjipto

Tidak lama kemudian bantuan PKP-PK datang. Namun nampaknya bantuan subsidi alat pemadaman api ringan (APAR) yang diberikan tidak dapat mampu memadamkan api karena api sudah terlanjur membesar. Kebakaran semakin meluas hingga merambat ke langit-langit luar ruangan digedung terminal.

Petugas PKP-PK menggunakan fire hydrant untuk melakukan pemadaman dengan air sementara itu pula Airport Duty Officer (ADO) menghubungi fire station untuk meminta bantuan lagi. Sekitar dua menit kemudian petugas fire fighting and rescue tiba di area (TKP) dan segera menggelar handline (selang pemancar) kiri dan kanan, petugas fire fighting and rescue yang telah memakai pakaian entry suit (tahan api) dan breathing apparatus zet (alat bantu pernafasan) menerobos ruangan yang dipenuhi asap untuk segera memadamkan kebakaran pada sumber apinya, lima menit kemudian api dapat dipadamkan.

Akibat peristiwa tersebut seorang petugas airline mengalami pingsan karena terhirup asap dari kebakaran tersebut dan segera dievakuasi kerumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulance airport fire fighting & rescue guna endapat pertolongan selanjutnya.

Peristiwa kebakaran Terminal Internasional Bandara Adisutjipto tersebut merupakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan oleh PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto. Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan di Bandara Adisutjipto merupakan Latihan PKD yang ke 76 sehingga acara tersebut dinamakan Dirgantara Raharja ke 76.

Tujuan diadakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) adalah untuk mengevaluasi Standard Operasional Procedure serta menjadi sarana bagi seluruh personil bandara untuk menguji coba fungsi-fungsi komando, koordinasi, serta komunikasi antar unit sesuai dengan Airport Emergency Plan dan Airport Security Program, juga menguji kehandalan para sumber daya manusia yang ada.