Categories
Bandar Udara

Profil Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA)

New Yogyakarta International Airport atau NYIA adalah bandara baru yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena letaknya di wilayah Kulonprogo maka Bandara NYIA juga sering disebut Bandara Kulonprogo.

Profil Bandara NYIA
Profil Bandara NYIA

New Yogyakarta International Airport (NYIA) insyaalloh akan beroperasi diakhir bulan April 2019. Pengoperasian akhir bulan April 2019 merupakan International Operation atau pengoperasian awal hanya untuk penerbangan rute Internasional.

Penerbangan Internasional Bandara NYIA di awal akhir bulan April rencananya ada 4 (empat) Airlines yang akan terbang rute Yogyakarta yaitu :

  1. Silk Air
  2. AirAsia
  3. Garuda indonesia
  4. Lion Group (Lion / Batik Air)

Checkin Bandara NYIA
Checkin Bandara NYIA

Berikut ini Fasilitas New Yogyakarta International Airport (NYIA) untuk sisi udara (Airside) :

NO DATA FASILITAS KETERANGAN
1 Nama Bandara New Yogyakarta International Airport
2 4 Letter Code (ICAO) WAHI
3 3 Letter Code (IATA) Y I A (Yogyakarta Internasional Airport)
4 Koordinat ARP 07˚54’15”S  110˚03’27”E
5 Operating Hours 06.00 s.d 18.00 WIB
6 ARFF Category 7 (tujuh) dengan Fasilitas : Kendaraan Utama : 1 unit FT type II, 1 unit FT type IV Kendaraan Back Up : 1 unit Nurse Tender Kendaraan Penunjang : 1 unit Comando Car;                                           1 unit Utility Car;                                           3 unit Ambulance.
7 DPPU Pertamina Jet A1 Avtur dengan Kapasitas : Fuel Truck : 3 unit refueller @ 16.000 liter Ground Tank : 4 unit Modular @ 23.000 liter
8 Visual Aids PAPI & Marking
9 MET Office MET Station Kulon Progo Operating Hours : 04.00 s.d 24.00 WIB
10 ATS Comunication Facilities Service : TWR Call Sign : Yogyakarta Tower Channel : 122.15 MHz Operating hours : 06.00 s.d 18.00 WIB

Berikut ini Fasilitas New Yogyakarta International Airport (NYIA) untuk sisi darat (Landside) :

NO DATA FASILITAS KETERANGAN
1 Toll Gate a.Toll
Gate Masuk
: 1
Bus, 1
Roda
4, 1
Roda
2

b.Toll
Gate Keluar
: 1
Bus, 1
Roda
4, 1
Roda
2
2 Drop Zone Masuk
: Jalan
Temporary lebar 10
m, 3 lane

Keluar
: Jalan
Temporary lebar 6
m, 2 lane
3 Pick Up Zone Gabung di Pelataran Parkir
4 Parkir Motor 150 Lot
5 Parkir Roda 4 Parkir
Karyawan
: 60
Lot

Parkir
Pengunjung
: 150 Lot
Parkir Angkutan Publik : 90 Lot
6 Parkir Bus 5 Lot
7 Akses ke Terminal Penumpang Jalan
Permanen : lebar 7 m, 2 lane (In & Out)
8 Akses ke Terminal Kargo,
DPPU Pertamina, Airnav
Jalan
Permanen : lebar 7 m, 2 lane (In & Out)
9 Signed a.Nama Bandara
b.Petunjuk Arah

c.Rambu-rambu lalu
lintas
d.Marka Jalan
Categories
Bandar Udara

Groundbreaking Bandara Kulonprogo Direncakanan Mei 2015

Rencana pembangunan bandara baru Jogja atau Bandara Kulonprogo terus berjalan. PT Angkasa Pura I (Persero) mematangkan desain dan penyelesaian pembebasan lahan terkait Bandara Kulon Progo,Yogyakarta. Saat ini memang tengah memasuki tahap pembebasan lahan dan telah disiapkan dana Rp 900 miliar untuk itu. Diharapkan proses pembebasan tanah selesai pada April 2015, kemudian pada Mei 2015, pemasangan tiang pancang atau groundbreaking dapat dimulai.

Groundbreaking Bandara Kulonprogo
Groundbreaking Bandara Kulonprogo

Head of Corporate Planning PT Angkasa Pura I, Yudhaprana Sugarda mengatakan, pihak Angkasa Pura bersama mitra strategis GVK India sedang merampungkan desain bandara secara detail dan terperinci sembari menunggu pembebasan lahan bergulir. Desain bandara sedang dimatangkan, ditargetkan selesai awal 2015. Setelah  desain sudah beres, maka akan dipercepat juga pembebasan lahannya, baru dilanjutkan pembangunan.

Menurut Corporate Secretary PT Angkasa Pura Air-ports, Farid Indra Nugraha, Angkasa Pura membentuk perusahaan patungan atau joint venture bersama investor GVK dari India yang sukses mengembangkan Bandara Mumbai dan Bangalore di India. Meski belum ada kesepakatan persentase kepemilikan saham, manajemen AP I menginginkan pihaknya menjadi pemilik mayoritas.

Seperti kita ketahui Bandara Kulon Progo direncanakan menjadi pengganti Bandara Internasional Adisutjipto yang telah kelebihan kapasitas. Targetnya, Bandara Kulon Progo yang berkonsep airport city itu dapat beroperasi pada 2017. Kapasitas Bandara Kulon Progo didesain untuk dapat menampung 50 juta penumpang setiap tahun.  Saat ini, Bandara Adisutjipto melayani 3,5 juta penumpang per tahun; padahal kapasitas bandara hanya 1,5 juta penumpang.

Groundbreaking Bandara Kulonprogo
Groundbreaking Bandara Kulonprogo

Bandara Kulonprogo rencananya memiliki luas 110.000 meter persegi dan akan dibangun dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, AP I akan membangun terminal dengan luas sekitar 106.500 meter yang berkapasitas 10 juta penumpang per tahun. Sementara itu, apron akan dibangun seluas 371.125 meter persegi yang dapat menampung 28 pesawat. Dengan desain tersebut maka kapasitas bandara Kulonprogo lebih besar dari Bandara Balikpapan dan didesain untuk 60 tahun.

Konstruksi Bandara Kulon Progo diperkirakan memakan waktu tiga tahun. AP I mememperkirakan, dana investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 7,5 triliun dan dapat terus bertambah seiring pengembangan konsep airport city.  Angkasa Pura Airport juga menjanjikan desain bandara maupun kelengkapan infrastrukturnya lebih baik dari bandara-bandara sebelumnya. Desain khusus telah ditawarkan investor GVK India dengan kekuatan ciri khas Yogyakarta.

Terkait pembebasan lahan,  proses masih berjalan lancar, meskipun masih ada penolakan dari sebagian warga yang tersebar di sepanjang pesisir Kecamatan Temon, Kulon Progo, tersebut.  Dalam setiap pembangunan pasti ada pro dan kontra. Tapi dengan pendekatan secara kekeluargaan dan kebudayaan, prosesnya bisa berjalan lancar. Semoga pembebasan tanah segera selesai sehingga target Mei 2015 peletakan batu pertama atau Groundbreaking Bandara Kulonprogo bisa terealisasi.

Categories
Bandar Udara

Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta

Sampai saat ini proses pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta masih belum jelas. Target awal tahun ini selesai pembebasan tanah belum ada titik terang. Kabar terakhir rencanannya akan ada sosialisasi pada masyarakat tentang pembangunan Bandara Kulonprogo. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa megaproyek pembangunan bandara di Kulonprogo memiliki materi sosialisasi yang lengkap dan mampu menjawab semua pertanyaan publik seputar proyek itu.

Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta
Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta

Dijadwalkan awal minggu bulan September menjadi awal dimulainya masa sosialisasi rencana pembangunan bandara Kulonprogo. Realisasi program pembangunan Bandara Kulonprogo akan terlaksana dalam waktu dekat dengan diawali masa sosialisasi. PT Angkasa Pura dan Pemerintah DIY sebagai leading sector pembangunan bandara tersebut akan segera turun ke lapangan untuk memberikan pemaparan terkait megaproyek tersebut

Sesuai ketentuan, sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian dari langkah yang dihitung hari dari proyek pembangunan Bandara Kulonprogo. Ketentuan yang dimaksud adalah timeline, roadmap, term of reference hingga standart operational procedure tahapan pembangunan bandara. Di dalamnya antara lain mencakup jangka waktu sosialisasi maksimal dilakukan dalam waktu tiga bulan.

Sesudah itu, Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Gubernur DIY akan dikeluarkan dan menyusul kemudian proses akuisisi lahan. Waktu yang tersedia untuk realisasi pembangunan bandara sejak masa sosialisasi hingga keluarnya IPL dan dilanjut akuisisi lahan hanya sekitar 200 hari atau 6 bulan saja.

Dengan ketersediaan waktu yang cukup sempit itu, maka materi sosialisasi yang akan disampaikan pada publik mau tak mau harus sedemikian komplit dengan muatan kejelasan proses dan informasinya. Dengan materi sosialisai yang komplit, maka materi yang dipaparkan bisa menjawab segala kekhawtiran warga terdampak atas efek proyek tersebut bagi mereka. Semoga proses sosialisai pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta bisa berjalan lancar dan pembangunan Bandara Kulonprogo segera dimulai.

Categories
Bandar Udara

Lokasi Proyek Bandara Baru Yogyakarta Tidak Berubah

Permasalahan penetapan lokasi proyek Bandara Baru Yogyakarta di Kulonprogo telah mencapai titik temu antara Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) DI Yogyakarta dengan pihak PT. Angkasa Pura I. Lokasi Bandara Baru Kulonprogo tidak perlu mundur dan tidak perlu menerabas Sungai Bogowonto. Dengan demikian Proyek Bandara Baru Yogyakarta sesuai dengan Ijin Penetapan Lokasi (IPL) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Lokas Proyek Bandara Baru Yogyakarta Tidak Berubah
Lokas Proyek Bandara Baru Yogyakarta Tidak Berubah

Seperti diberitakan Proyek Bandara Baru Kulonprogo Yogyakarta sempat ada kendala akibat belum ada kesepakatan antara PT. Angkasa Pura I selaku pengelola bandara dan PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemrakarsa proyek penambangan dan pengolahan pasir besi. PT Jogja Magasa Iron (JMI) sempat meminta Proyek Bandara Baru Kulonprogo diundur kebarat dan PT. Angkasa Pura tidak setuju karena jika diterapkan akan beresiko dengan keselamatan penerbangan.

Akhirnya Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Muspida telah sepakat dengan pihak PT. Angkasa Pura I. PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemrakarsa proyek penambangan dan pengolahan pasir besi menyatakan siap memundurkan lokasi pabriknya. Selain itu, JMI juga menyiapkan inovasi baru yang memungkinkan pabriknya dibangun dalam area yang lebih kecil. Dengan demikian, cerobong asap dan partikel sisa aktivitas produksi dapat diminimalisir dan tidak akan mengganggu kegiatan operasional bandara.

Setelah dihitung, mundurnya lokasi pabrik JMI sudah memungkinkan terciptanya kawasan aman bagi operasional bandara. Panjang runway juga sudah mencapai target 3.600 meter. Dengan demikian, Angkasa Pura Airports tidak perlu memundurkan lokasinya hingga 500 meter ke barat. Pembangunan lampu-lampu navigasi yang harus menerabas Sungai Bogowonto juga tak perlu dilakukan.

Dengan hadirnya Bandara Baru yang direncanakan dibangun di daerah Temon, Kulonprogo, akan mengatasi permasalahan di bandara kebanggan masyarakat Yogyakarta ini. Pemilihan Temon sebagai lokasi bandara didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain geometri dan ketersediaan lahan, topografi, lokasi yang jauh dari gunung berapi, dan minimalisasi relokasi penduduk. Bandara baru ini nantinya akan menggantikan Bandara Adisutjipto dan diharapkan dapat menjadi bandara utama untuk mendukung pengembangan turisme, perdagangan, investasi, dan membuka peluang tenaga kerja bagi Provinsi DI Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Categories
Bandar Udara

Izin Penetapan Lokasi Bandara Kulonprogo Akhirnya Turun

Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara pengganti bandara Adisutjipto di Kulonprogo dari Kementerian Perhubungan akhirnya turun. Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Izin Penunjukan Lokasi (IPL) untuk Bandara Kulonprogo menyusul sudah lengkapnya berkas-berkas yang sebelumnya diminta untuk diserahkan oleh PT Angkasa Pura I.

IPL Bandara Kulonprogo
IPL Bandara Kulonprogo

Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Perhubungan Bambang S, Ervan menyebutkan, penerbitan Izin Penunjukan Lokas (IPL) dikeluarkan pada 11 November 2013 dengan No. 1164/2013 tentang Penunjukan Lokasi Bandara Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah keluarnya IPL, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan harus segera menyusun KKOP (Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan). Setelah disusun KKOP maka kriteria dari KKOP tersebut harus ditindaklanjuti dan ditaati oleh provinsi maupun kabupaten dalam menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kabupaten.

Proyek bandara Kulonprogo diperkirakan menelan biaya Rp 6 triliun untuk pembangunan infrastruktur bandara tahap pertama, meliputi terminal seluas 106.500 m2 dengan kapasitas 10 juta penumpang pertahun. Selain itu, terdapat pula rencana pembangunan apron seluas 371.125 m2 yang mampu menampung 28 unit pesawat.

Categories
Bandar Udara

Kecamatan Temon Tempat Bandara Kulonprogo

Master plan Angkasa Pura dan GVK dalam pembangunan Bandara Jogja yang baru mengarah di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Pengajuan IPL masih banyak yang harus dilalui Angkasa Pura. Misalnya studi kelayakan operasional, studi kelayakan teknis dan lainnya. Barulah Kementerian Perhubungan mengeluarkan IPL.

Temon Lokasi Bandara Kulonprogo
Temon Lokasi Bandara Kulonprogo

Rekomendasi lokasi calon bandara internasional pengganti Bandara Adisutjipto tengah disiapkan Pemkab Kulonprogo. Rekomendasi tersebut dibutuhkan Angkasa Pura I untuk melengkapi syarat pengajuan Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Kementerian Perhubungan. Dalam rekomendasi itu yang diperlukan tidak hanya dari bupati saja, tapi juga gubernur.

Surat rekomendasi pembangunan bandara baru yang sudah disetujui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan diberikan kepada pihak Angkasa Pura I sebagai pelaksana. Surat tersebut nantinya akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara simultan, guna diteruskan kembali ke Gubernur DIY agar surat izin prinsip membangun keluar.

Proses perizinan memang terus bergulir secara simultan dan yang paling sulit nantinya jelas perihal pembebasan lahan. Sama halnya dengan proses pembangunan bandara lainnya di berbagai daerah, selalu terkendala penyediaan lahan. Padahal, bila persoalan itu tidak segera diselesaikan, jelas akan menunda proses pembangunan bandara.

Perihal pembebasan lahan merupakan masalah klasik yang selalu dihadapi tiap membangun bandara baru ataupun perluasan bandara, terutama jika spekulan tanah sudah ikut campur tangan. Tanah memang urusan yang sensitif jadi benar-benar mengharapkan agar masyarakat DIY, memahami betul ini proyek untuk kepentingan daerahnya bukan utuk Angkasa Pura semata.

Categories
Bandar Udara

Ijin Prinsip Pembangunan Bandara Kulonprogo Sudah Turun

Kepastian pemerintah membangun bandara internasional Kulonprogo sebagai pengganti Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, semakin mendekati kenyataan. Pihak PT Angkasa Pura sebagai pemrakarsa pembangunan bandara udara sudah memohon rekomendasi kesesuaian tata ruang kepada Gubernur DIY dan Bupati Kulonprogo. Demikian juga Dirjen Perhubungan sudah mengirim surat kepada mereka.

Ijin Prinsip Pembangunan Bandara Kulonprogo Sudah Turun
Ijin Prinsip Pembangunan Bandara Kulonprogo Sudah Turun

Hal itu menyusul dengan dikeluarkannya ijin prinsip pembangunan relokasi Bandara Adisutjipto serta pengelolaan (pembangunan) dari Kementerian Perhubungan. Dalam rekomendasi tersebut, Kementerian Perhubungan meminta dilakukan pelengkapan syarat administrasi pengajuan Izin Peruntukan Lahan (IPL) dan laon sebagainya.

Mendasari surat ijin dari Kementerian Perhubungan tersebut, maka segala aturan dan perijinan yang lain harus segera dilengkapi, termasuk didalamnya syarat-syarat yang mestinya harus segera dilengkapi. Syarat-syarat tersebut untuk melengkapi hasil studi kelayakan dan studi rencana induk pembangunan bandara. Sedangkan beberapa rekomendasi yang harus dilengkapi, di antaranya survei topografi dan penyelidikan tanah.

Setelah rekomendasi tersebut dikeluarkan dan sudah dibahas sejumlah tahapan yang harus dilalui, PT Angkasa Pura kemudian dapat mengajukan izin penetapan lokasi (IPL) kepada Menteri Perhubungan. Dengan adanya IPL, diharapkan mampu melokalisasi tanah dan mereduksi permainan harga dari spekulan.

Tahapan selanjutnya, menyediakan lahan sesuai dengan UU Nomor 2/2012 tentang pengadaan infrastruktur tanah untuk kepentingan umum

Categories
Bandar Udara

Masterplan Bandara Kulonprogo Yogyakarta sebagai Airport City Terbaik di Indonesia

Master plan rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo direncanakan bisa selesai akhir Agustus mendatang. Pengganti Bandara Adisutjipto ini akan akan dibangun dengan konsep airport city dan menjadi bandara terbaik di Indonesia.

Masterplan Bandara Kulonprogo Yogyakarta sebagai Airport City Terbaik di Indonesia
Masterplan Bandara Kulonprogo Yogyakarta sebagai Airport City Terbaik di Indonesia

Mulai tahun 1990-an model bisnis bandara telah bertransformasi dengan menerapkan konsep “airport city” yang memberikan berbagai macam pelayanan yang tidak hanya terbatas untuk penerbangan namun juga memberikan pelayanan non-aeronautika. Bandara sudah berkembang menjadi pusat kegiatan bisnis.

Ketua Tim Fasilitasi Pembangunan Bandara Internasional yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo, Triyono mengatakan, rencananya draft akhir masterplan akan selesai disusun tim konsultan PT Angkasa Pura pada 8 Agustus. Selanjutnya akan dibahas antara PT Angkasa Pura, konsultan, Pemprov DIY, dan Pemkab Kulonprogo.

Hasilnya akan dipresentasikan kepada Kementerian Perhubungan. Jadi setelah draft akhir selesai, masih ada kemungkinan revisi-revisi dan diharapkan bisa selesai final pada akhir Agustus.