Categories
Bandar Udara

Hari Nyepi 422 Penerbangan Tidak Beroperasi di Bandara Ngurah Rai

Pada perayaan Nyepi tahun ini Bandara Ngurah Rai Bali akan ditutup. Penutupan Bandara Ngurah Rai dilakukan mulai pukul 06.00 Wita pada 21 Maret 2015 hingga pukul 06.00 Wita pada 22 Maret 2015. Dampak dari penutupan Bandara Ngurah Rai maka 422 penerbangan tidak bisa beroperasi. Penerbangan domestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai akan ditutup selama Hari Raya Nyepi.

Hari Nyepi 422 Penerbangan Tidak Beroperasi di Bandara Ngurah Rai
Hari Nyepi 422 Penerbangan Tidak Beroperasi di Bandara Ngurah Rai

Penutupan Bandara Ngurah Rai pada saat Nyepi ini sudah dilakukan sejak tahun 2000 mengacu pada surat Dirjen Perhubungan Udara AU/2696/DAU/1796/99 tanggal 1 September 1999. Namun, bandara akan tetap menyediakan personel untuk situasi darurat pada saat Nyepi.

Pada saat Nyepi penerbangan yang tidak beroperasi sebanyak 422 penerbangan yang terdiri dari 258 penerbangan domestik dan 164 penerbangan internasional. Penerbangan terakhir menjelang ditutupnya Bandara Ngurah Rai menjelang hari Nyepi adalah tujuan Korea Selatan pada pukul 03.00 Wita pada 21 Maret 2015.

Categories
Bandar Udara

Mulai April Airport Tax Bandara Ngurah Rai, Bandara Juanda, Bandara Sepinggan, Bandara Sultan Hassanuddin, Bandara Lombok Naik

PT Angkasa Pura I telah menetapkan kenaikan tarif Pelayananan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Airport Tax untuk penerbangan dalam dan luar negeri di Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makasar, Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara Lombok Praya. Kenaikan Airport tersebut berlaku efektif per 1 April 2014.

Mulai April Airport Tax Bandara Ngurah Rai, Bandara Juanda, Bandara Sepinggan, Bandara Sultan Hassanuddin, Bandara Lombok Naik
Mulai April Airport Tax Bandara Ngurah Rai, Bandara Juanda, Bandara Sepinggan, Bandara Sultan Hassanuddin, Bandara Lombok Naik

Penetapan tarif Pelayananan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Airport Tax berdasarkan pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 224 ayat (2), yang menyatakan bahwa besaran tarif jasa kebandarudaraan pada bandar udara yang diusahakan secara komersial ditetapkan oleh badan usaha bandar udara.

Berikut ini rincian kenaikkan Airport Tax di lima bandara :

  1. Bandara Ngurah Rai Denpasar, penerbangan domestik naik dari Rp 40.000,- menjadi Rp 75.000,- dan untuk penerbangan internasional dari Rp 150.000,- menjadi Rp 200.000,-. Khusus penyesuaian tarif Airport Tax dalam negeri di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali penyesuaian tarif PJP2U ini baru akan berlaku per 1 Agustus 2014.
  2. Bandara Juanda Surabaya penerbangan domestik dari Rp 40.000,- menjadi Rp 75.000,- dan untuk penerbangan internasional dari Rp 150.000,- menjadi Rp 200.000,-.
  3. Bandara Sepinggan Balikpapan penerbangan domestik dari Rp 40.000,- menjadi Rp 75.000,- dan untuk penerbangan internasional dari Rp 150.000,- menjadi Rp 200.000,-.
  4. Bandara Sultan Hasanuddin Makasar domestik dari Rp 40.000,- menjadi Rp 50.000,- dan untuk penerbangan internasional dari Rp 100.000,- menjadi Rp 150.000,-.
  5. Bandara Lombok Praya penerbangan domestik dari Rp 25.000,- menjadi Rp 45.000,- dan untuk penerbangan internasional dari Rp 100.000,- menjadi Rp 150.000,-.

Penyesuaian tarif Airport Tax ini dilakukan sebagai upaya PT. Angkasa Pura I dalam menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang dan pengguna jasa bandara. Selain itu dengan besarnya investasi untuk pembangunan dan pengembangan bandara seperti terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Terminal 2 (T2) Bandara Juanda, terminal baru Bandara Sepinggan, dan lainnya yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran bagi para pengguna jasa bandara.

Categories
Bandar Udara

Untuk KTT APEC 2013 Bandara Ngurah Rai Tutup 3 Hari

Sebentar lagi Bangsa Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT APEC 2013. Pertemuan APEC 2013 ini adalah event internasional yang membawa nama baik bangsa. Sehubungan dengan itu, sebagaimana hasil pertemuan dan koordinasi antara pihak Angkasa Pura Airports, panita pelaksana APEC, Kementerian Perhubungan, serta lembaga terkait lainnya, disepakati untuk melakukan penutupan Bandara Ngurah Rai selama tiga hari, yaitu pada 6, 8, dan 9 Oktober 2013. Penutupan ini pada waktu-waktu tertentu saja, tidak full day.

Untuk KTT APEC 2013 Bandara Ngurah Rai Tutup 3 Hari
Bandara Bali tutup KTT APEC 2013. Pertemuan APEC 2013

Jadwal penerbangan komersial di Bandara Ngurah Rai akan berhenti sementara selama tiga hari saat pelaksanaan KTT APEC 2013 di Bali, awal Oktober mendatang. Penutupan sementara dilakukan saat kedatangan dan kepulangan kepala negara dan delegasi 21 negara anggota APEC.

Pada tanggal 6 Oktober 2013 Bandara Ngurah Rai ditutup untuk pesawat komersial mulai jam 10.00 WITA hingga 20.00 WITA untuk kedatangan kepala negara peserta APEC. Selanjutnya, Bandara Ngurah Rai akan ditutup kembali saat kepulangan delegasi peserta APEC pada tanggal 8 Oktober 2013 mulai pukul 13.00 WITA sampai dengan 20.00 WITA serta tanggal 9 Oktober 2013 pukul 07.00 WITA hingga 14.00 WITA.

Selain itu, agar tidak terjadi kepadatan saat kedatangan tamu negara ke Bali saat pertemuan KTT APEC, beberapa bandara pendukung juga telah disiapkan. Ada lima bandara pendukung untuk momen KTT APEC 2013 ini, yaitu Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dan juga Bandara Adi Soemarmo Surakarta. Jadi, nanti ada pesawat milik delegasi peserta yang dipindahkan untuk stand by di lima bandara tersebut agar kondisi di Bandara Ngurah Rai bisa lebih longgar.

Bagi bapak/ibu yang akan bepergian dari atau ke Bali dengan pesawat komersial pada hari tersebut agar tidak kecewa bisa dipertimbangkan lagi. Insya alloh akan terjadi rescheduling lagi untuk maskapai penerbangan komersial yang menuju Bandara Ngurah Rai Bali.

Categories
Bandar Udara

Bandara Baru Ngurah Rai Tercanggih di Indonesia

Bandara Ngurah Rai Bali pada saat ini sedang melakukan pengembangan Terminal Internasional. Proyek pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai ditargetkan bisa menampung 25 juta penumpang per tahun. Proyek Bandara Ngurah Rai direncanakan selesai pada Juni 2013, sehingga nantinya bisa digunakan untuk mendukung acara APEC Oktober mendatang di Nusa Dua Bali.

Bandara Baru Ngurah Rai
Bandara Baru Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai sebelum dipugar hanya berkapasitas 6 hingga 7 juta penumpang namun kapasitasnya dipaksakan hingga 13,5 juta penumpang per tahun. Dengan selesainya Pengembangan Terminal Internasional tersebut maka bisa menampung 25 juta penumpang,

Bandara Ngurah Rai yang baru tersebut dirancang dengan arsitektur Bali, nantinya setelah beroperasi akan memiliki sistem dan perlengkapan ke-bandarudaraan tercanggih di Indonesia mengalahkan bandara internasional Soekarno Hatta Cengkareng.

Bandara Ngurah Rai nantinya mempunyai sistem security, bagasi check in terbaik di Indonesia, bahkan mengalahkan Bandara Soekarno Hatta.

Categories
Bandar Udara

Renovasi Bandara Sepinggan Untuk Tampung 10 Juta Penumpang Pesawat

Bisnis penerbangan di Indonesia sekarang ini terus meningkat. Selama ini rata-rata peningkatan penumpang jumlahnya tiap tahunnya sebesar 13 persen. Dengan peningkatan yang begitu besar PT Angkasa Pura I (Persero) optimistis proyek pengembangan Bandara Internasional Sepinggan mampu mengakomodasi layanan kepada penumpang.

Renovasi Bandara Sepinggan Untuk Tampung 10 Juta Penumpang Pesawat
Renovasi Bandara Sepinggan Untuk Tampung 10 Juta Penumpang Pesawat

Pada 2012 terakumulasi trafik penumpang di Bandara Sepinggan mencapai 6,6 juta orang. Penambahan luas gedung terminal pada proyek ini nantinya diharapkan dapat menampung hingga 10 juta penumpang yang diperkirakan akan tercapai pada 2019.

Direktur PT Angkasa Pura I (Persero), Tommy Soetomo, menyatakan setelah direnovasi, Bandar Udara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur akan mampu menampung hingga 10 juta penumpang pesawat. Bandara ini memang masih dalam pengerjaan proyek renovasi terminal dan landasan pacu pesawat senilai Rp 1,6 triliun.

Dengan pengembangan ini pula, Bandara Sepinggan diproyeksikan menjadi bandara dengan terminal penumpang terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai Bali dengan luas terminalnya mencapai 110.000 M2.

Bandara Internasional Sepinggan  juga akan dilengkapi fasilitas modern, di antaranya baggage handling system yang memakai shorter conveyor dengan barcode reader dan sistem operasi terminal menggunakan Airport Integrated Master System (AIMS).

Pekerjaan proyek pengembangan Bandara Sepinggan terdiri atas tiga paket yang dikerjakan beberapa BUMN. Hingga 27 Januari 2013, paket I telah terealisasi 100 persen, paket II mencapai 50,5 persen dan paket III 46,9 persen.

Categories
Bandar Udara

Terminal Baru Bandara Ngurah Rai Selesai 2013

Direktur Utama Angkasa Pura I, Tommy Soetomo di hadapan Wakil Presiden Boediono menjelaskan bahwa pembangunan  Terminal Baru Bandara Ngurah Rai  senilai Rp2,5 triliun telah berjalan sesuai rencana. Proyek perluasan bandara internasional Ngurah Rai Bali dibawah  PT Angkasa Pura I direncanakan  bakal rampung pada Mei 2013.

Terminal Baru Bandara Ngurah Rai Selesai 2013
Terminal Baru Bandara Ngurah Rai Selesai 2013

Tommy menjelaskan sejumlah kemajuan paket pekerjaan proyek perluasan bandara. Ada tiga paket proyek dalam perluasan bandara Ngurah Rai ini.

Untuk paket pekerjaan pertama, meliputi pembangunan area parkir sementara, jalan akses permanen, gerbang tol sementara, shelter dan koridor, dan gedung kargo internasional, progres pekerjaan sudah mencapai 48,781%.

Untuk paket pekerjaan kedua, meliputi pembangunan gedung terpadu, gedung parkir, kompleks sekolah, promenade, dan aero food catering service, pelaksanaannya sudah mencapai 25,576%.

Kemudian, paket pekerjaan ketiga, pembangunan terminal internasional sudah mencapai 22,054%. Target operasional bandara ini setidaknya butuh waktu. Targetnya pada bulan Mei.

Sementara itu, Boediono menyambut baik dan sekaligus menyampaikan rasa bangga atas progres pekerjaan perluasan bandara internasional Ngurah Rai. Pasalnya, sejumlah permasalahan yang menghambat proyek sebelumnya telah dapat terselesaikan semisal soal desain bandara.

Categories
Bandar Udara

Gempa Bali, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Normal

Meski gempa yang mengguncang Bali cukup kencang, namun tidak mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kedatangan maupun keberangkatan pesawat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Tidak ada delay. Saya lihat ini penerbangan normal baik yang berangkat dan datang. Ada yang datang tadi pukul 11.30 Wita. Semua sesuai jadwal,” kata staf customer service, Ketut Yudharsana.

Gempa Bali Bandara Ngurah Rai Operasi Normal
Gempa Bali Bandara Ngurah Rai Operasi Normal

Yudharsana mengatakan, gempa berskala 6,8 SR tersebut memang sempat membuat panik sejumlah isi bandara. Baik penumpang dan petugas bandara berlarian ke luar gedung.

Pusat gempa di Bali berada di 143 km barat daya, Nusa Dua, Bali. Magnitudenya 6,8 SR dengan kedalaman 10 km. Gempa ini terjadi pada pukul 10.16 WIB.

Categories
Bandar Udara

Bandara Ngurah Rai Bali Diperluas 2 Kali

PT Angkasa Pura I (Persero) mengalokasikan Rp2,1 triliun untuk perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai di Kelurahan Tuban, Badung, Bali. Perluasan rencananya akan dilakukan dengan memugar Pangkalan Udara Tuban.

Salah satu kegiatan perluasan yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai adalah pembangunan tempat pemeriksaan bagasi menggunakan teknologi lebih canggih. Sistem yang menjadi terobosan terbaru dari PT Angkasa Pura (AP) I ini diklaim bisa menjalankan proses pemeriksaan bagasi lebih cepat.

Bandara Ngurah Rai Baru
Bandara Ngurah Rai Baru

“Dana perluasan Bandara itu seluruhnya berasal dari kas pihak Angkasa Pura I dan pinjaman sindikasi bank-bank nasional,” kata Direktur Proyek Pembangunan Bandara Ngurah Rai, Sri Unon Setyasih.

Dalam rencana perluasan Bandara dengan anggaran Rp2,1 triliun ini, Angkasa Pura I akan merombak berbagai bangunan dan fasilitas yang ada di Bandara Ngurah Rai seluas 285 hektare. Nantinya seluruh pembangunan ini akan membuat areal Bandara lebih luas dua kali lipat dari kondisinya saat ini.

“Mencakup perbaikan dan perluasan terminal internasional dari 65.800 meter persegi menjadi 129.000 meter persegi, terminal domestik dari 13.300 ribu meter persegi akan pindah ke lokasi terminal internasional. Perluasan tempat parkir pesawat (apron) dari 214.500 meter persegi menjadi 300.200 meter persegi,” ujar Sri Unon.

Dia menambahkan, anggaran itu juga dialokasikan untuk pembangunan tempat parkir mobil berlantai empat di lahan seluas 39.000 meter persegi. Selain itu, juga akan dibangun perluasan terminal kargo internasional menjadi 6.000 meter persegi, perluasan komplek persekolahan, landasan pacu dan berbagai kelengkapan bandara lainnya.

Untuk kelangsungan proyek ini, pihak Angkasa Pura I mengaku tidak mengupayakan pembebasan lahan masyarakat. Alasannya, seluruh lahan yang digunakan merupakan milik perusahaan.

“Lahan untuk satu bandara internasional, idealnya minimal 2.000 hektare. Namun, karena di Ngurah Rai lahan yang tersedia hanya 285 hektare, maka itu yang kami optimalkan pemanfaatannya,” katanya.

Sampai saat ini, proses pembangunan perluasan proyek bandara diperkirakan baru berjalan 1,7 persen. Pembangunan yang sudah dimulai sejak Mei 2011 itu, diharapkan rampung pada triwulan kedua tahun 2013 atau berbarengan dengan KTT APEC.

Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai berharap perluasan bandara ini dapat meningkat daya tampung wisatawan mancanegara dan domestik yang diprediksi per tahunnya mencapai 25 juta orang mulai 2025. Saat ini rata-rata tingkat kunjungan wisatawan mencapai 11 juta orang.

Sumber : Vivanews