Categories
Bandar Udara

Bandara Adisutjipto Beroperasi Dengan Hercules Terbang Perdana

Setelah ditutup akibat erupsi gunung Kelud sejak tanggal 14 Pebruari lalu, Bandara Internasional Adisutjipto dibuka kembali pada Rabu (19/2/2014) pukul 12.00 WIB. Pembukaan kembali Bandara Adisutjipto ditandai dengan terbangnya pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pesawat angkut Hercules milik TNI Angkatan Udara dengan nomor penerbangan A-1316, terbang meninggalkan Base Ops Lanud Adisutjipto menuju Pangkalan Udara Abudrahman Saleh Malang.

Bandara Adisutjipto Beroperasi Dengan Hercules Terbang Perdana
Bandara Adisutjipto Beroperasi Dengan Hercules Terbang Perdana

Take off pesawat Hercules tersebut disusul dengan keberangkatan pertama yang dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA201 tujuan Jakarta. Pesawat take off sekitar pukul 12.30 WIB.

Sementara untuk pesawat pertama yang landing di Bandara Adi Sutjipto adalah Mandala Air dari Pekanbaru. Disusul Express Air dari Pontianak, lalu dua pesawat AirAsia masing-masing dari Denpasar dan Jakarta.

Dengan dibukanya kembali Bandara Internasional Adisutjipto maka operasional Bandara kembali normal. Untuk hari pertama memang ada beberapa maskapai yang belum siap untuk penerbangan rute Yogyakarta. Untuk hari berikutnya penerbangan yang menuju Bandara Adisutjipto baik yang take off maupun landing sudah normal kembali.

Categories
Info Penerbangan Pesawat Terbang

TNI AU Tambah Lima Pesawat Hercules

Sebanyak lima unit pesawat angkut C-130 Hercules akan segera memperkuat TNI Angkatan Udara. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, usai memimpin serah terima jabatan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I, di Jakarta, Sabtu (11/6), mengatakan lima pesawat angkut C-130 itu akan tiba di Indonesia dalam dua tahun mendatang secara bertahap.

“Kami membutuhkan sembilan pesawat Hercules, dalam dua tahun ini semoga bisa dipenuhi lima dulu. Dengan penambahan sembilan unit itu, maka TNI Angkatan Udara akan memiliki 30 unit,” katanya.

Armada Hercules tersebut, lanjut Imam, terdiri atas pesawat tanker sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional untuk mengangkut dua batalyon sebanyak 26 unit.

Pesawat Hercules C-130
Pesawat Hercules C-130

Ia menuturkan, untuk memenuhi sembilan unit Hercules kedepan maka pihaknya telah menjajaki beberapa tawaran dari beberapa negara. “Dari beberapa tawaran itu, kami pilih yang terbaik,” kata Kasau.

Hingga kini setidaknya tiga negara yang menawarkan hibah pesawat angkut C-130 Hercules kepada Indonesia, seperti Amerika Serikat, Australia dan Norwegia.

Pemerintah Amerika Serikat dan Australia menawarkan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe E dan J dengan potongan harga khusus kepada pemerintah Indonesia pada 2012.

Enam Hercules hibah dari AS itu merupakan pesawat yang sebelumnya diperuntukkan bagi tiga negara di Asia dan Afrika. Namun, sebelum dihibahkan ke Indonesia telah mengalami perbaikan dan modifikasi.

AS menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia. Bantuan berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.

Sementara Pemerintah Norwegia menawarkan empat unit pesawat angkut C-130 Hercules tipe H kepada Indonesia, yang telah digunakan Angkatan Udara Norwegia.

Sebelum dihibahkan, Norwegia sepakat untuk melakukan peremajaan terlebih dulu atas biaya mereka. Empat unit Hercules tipe H yang ditawarkan tersebut keseluruhannya bernilai 66 juta dolar AS.

Sedangkan Australia menawarkan Hercules Tipe J, sesuai hasil kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara Australia pada awal 2011, Australia akan segera menyerahkan hibahnya kepada Indonesia.

Sumber : Media Indonesia