Categories
Bandar Udara

Peresmian Terminal Baru Bandara Sepinggan

Setelah pembangunan Terminal Baru Bandara Sepinggan Balikpapan selesai dan sudah dioperasikan sejak bulan Maret 2014, insyaalloh akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipertengahan bulan September 2014. Rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan empat bandar udara di Kalimantan. Dua bandara berada di Kalimantan Timur dan dua lainnya di Kalimantan Utara.

Peresmian Terminal Baru Bandara Sepinggan
Peresmian Terminal Baru Bandara Sepinggan

Empat bandara yang bakal diresmikan SBY yakni Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Bandara Datah Dawai di Kabupaten Mahulu, Kaltim, Bandara Long Bawan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Bandara Long Ampung di Kabupaten Malinau, Kaltara. Tiga bandara terakhir terletak di perbatasan RI dan Malaysia.

Pembangunan Terminal Baru Bandara Sepinggan menghabiskan biaya senilai Rp1,6 triliun yang semuanya ditanggung oleh PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Sepinggan. Sedangkan pembangunan tiga bandara di kawasan perbatasan  dari dana APBD Kaltim tahun jamak pada 2011-2013 yang totalnya Rp400 miliar. Kalimantan Utara merupakan daerah pemekaran dari Kalimantan Timur, daerah baru yang langsung mempunya bandara baru.

Rincian anggaran bandara perbatasan yang senilai Rp400 miliar itu adalah, Bandara Long Bawan senilai Rp120 miliar untuk membangun landasan pacu sepanjang 900 meter dengan lebar 30 meter. Kemudian Bandara Long Ampung senilai Rp130 miliar untuk landasan pacu 840 meter dengan lebar 30 meter. Bandara Datah Dawai yang sebelumnya memiliki landasan pacu sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter, mendapat alokasi Rp150 miliar untuk menambah panjang landasan menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter.

Semoga dengan diresmikannya Terminal Baru Bandara Sepinggan Balikpapan dan tiga bandara di wilayah Kalimantan, maka dapat berdampak positip pada perkembangan ekonomi di kepulauan Kalimantan.

Categories
Bandar Udara

Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Embarkasi Jakarta-Pondok Gede 1435 H / 2014 M

Pada tanggal 31 Agustus 2014 jam 09.00 nanti para calon jamaah haji kloter 1 di wilayah DKI Jakarta sudah harus masuk ke asrama haji Pondok Gede Jakarta. Kemudian pada tanggal 1 September 2014 akan diberangkatan melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Embarkasi Jakarta-Pondok Gede 1435 H / 2014 M
Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Embarkasi Jakarta-Pondok Gede 1435 H / 2014 M

Calon Jamaah Haji Kloter 1 akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma pada jam 09.30 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 7101. Jamaah haji dari embarkasi Pondok Gede Jakarta akan langsung menuju bandara Medinah. Diperkirakan pesawat tiba di Bandara Medinah pada pukul 14.30.

Untuk Calon Jamaah Haji Kloter 2 akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada tanggal 02 September 2014  pada jam 15.30 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 7102. Diperkirakan pesawat tiba di Bandara Medinah pada pukul 20.30.

Sedangkan Calon Jamaah Haji Kloter 3 akan diberangkatkan dari Bandara Perdanakusuma Jakarta pada tanggal 03 September 2014  pada jam 19.30 WIB WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 7103. Diperkirakan pesawat tiba di Bandara Medinah pada pukul 00.30.

Berikut ini Jadwal Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta selengkapnya

Categories
Bandar Udara

Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta

Sampai saat ini proses pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta masih belum jelas. Target awal tahun ini selesai pembebasan tanah belum ada titik terang. Kabar terakhir rencanannya akan ada sosialisasi pada masyarakat tentang pembangunan Bandara Kulonprogo. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa megaproyek pembangunan bandara di Kulonprogo memiliki materi sosialisasi yang lengkap dan mampu menjawab semua pertanyaan publik seputar proyek itu.

Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta
Sosialisasi Pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta

Dijadwalkan awal minggu bulan September menjadi awal dimulainya masa sosialisasi rencana pembangunan bandara Kulonprogo. Realisasi program pembangunan Bandara Kulonprogo akan terlaksana dalam waktu dekat dengan diawali masa sosialisasi. PT Angkasa Pura dan Pemerintah DIY sebagai leading sector pembangunan bandara tersebut akan segera turun ke lapangan untuk memberikan pemaparan terkait megaproyek tersebut

Sesuai ketentuan, sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian dari langkah yang dihitung hari dari proyek pembangunan Bandara Kulonprogo. Ketentuan yang dimaksud adalah timeline, roadmap, term of reference hingga standart operational procedure tahapan pembangunan bandara. Di dalamnya antara lain mencakup jangka waktu sosialisasi maksimal dilakukan dalam waktu tiga bulan.

Sesudah itu, Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Gubernur DIY akan dikeluarkan dan menyusul kemudian proses akuisisi lahan. Waktu yang tersedia untuk realisasi pembangunan bandara sejak masa sosialisasi hingga keluarnya IPL dan dilanjut akuisisi lahan hanya sekitar 200 hari atau 6 bulan saja.

Dengan ketersediaan waktu yang cukup sempit itu, maka materi sosialisasi yang akan disampaikan pada publik mau tak mau harus sedemikian komplit dengan muatan kejelasan proses dan informasinya. Dengan materi sosialisai yang komplit, maka materi yang dipaparkan bisa menjawab segala kekhawtiran warga terdampak atas efek proyek tersebut bagi mereka. Semoga proses sosialisai pembangunan Bandara Kulonprogo Yogyakarta bisa berjalan lancar dan pembangunan Bandara Kulonprogo segera dimulai.

Categories
Bandar Udara

Bandara Dibawah Angkasa Pura I Akan Terapkan Silent Airport

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara di Indonesia bagian Timur akan menerapkan konsep Silent Airport di beberapa bandara yang dikelolanya. Saat ini yang sudah menerapkan Silent Airport adalah Bandara Juanda Surabaya. Insyaalloh akan menyusul Bandara Sultan Hasanuddin Makasar akan menerapkan Silent Airport pada tanggal 1 Juli 2014 nanti.

Bandara Dibawah Angkasa Pura I Akan Terapkan Silent Airport
Bandara Dibawah Angkasa Pura I Akan Terapkan Silent Airport

Silent Airport atau bandar udara tanpa kebisingan merupakan konsep yang mengubah pola announcement yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kebisingan‎ akibat banyaknya pengumuman yang disiarkan di terminal bandara. Penerapan pola Silent Aiport dilingkungan bandara Angkasa Pura I ini bertujuan untuk menciptakan suasana‎ nyaman bagi pengguna jasa penerbangan diarea terminal bandara.

Sebenarnya konsep Silent Airport sendiri sudah merupakan standar pemberian layanan pengumuman di bandar udara internasional di dunia. Dalam prakteknya nanti, Silent Airport tidak berarti meniadakan pengumuman sama sekali, akan tetapi akan dikurangi intensitas pengumuman. Kalau biasanya setiap penerbangan ada 7 kali pengumuman dengan dua bahasa, Inggris dan Indonesia, maka dengan penerapan Silent Airport ini nantinya hanya akan ada 3 pengumuman, yaitu boarding call, panggilan terakhir untuk penumpang yang belum masuk ke pesawat, dan pengumuman umum seperti jika terjadi penundaan keberangkatan.

Dengan diterapkannya konsep Silent Airport ini, maka PT Angkasa Pura I akan memperbanyak display Boarding pass. Para pengguna jasa penerbangan harus membaca informasi pada boarding pass dan lebih sering membaca layar informasi penerbangan, tidak lagi mengandalkan pengumuman atau announcement di bandara.

Semoga dengan diterapkannya Silent Airport di Bandara Angkasa Pura I, maka pengguna jasa penerbangan lebih nyaman di terminal bandara. Bagi bapak/ibu yang menjemput keluarga atau relasi jangan menunggu pengumuman pesawat mendarat akan tetapi dengan melihat flight information display system (FIDS).

Categories
Bandar Udara

Jadwal Penerbangan Bandara Achmad Yani Semarang

Pada saat ini penerbangan  Bandar Udara Achmad Yani Semarang terus berkembang. Semakin banyak maskapai penerbangan yang mengambil rute ke Bandara Achmad Yani. Selain rute penerbangan domestik ke bandara di Indonesia, beberapa airline juga membuat rute ke Singapura. Akibatnya jadwal kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Achmad Yani semakin padat.

Kalau dilihat dari sejarah, Pada awalnya Bandara Achmad Yani adalah pangkalan udara TNI Angkatan Darat, dahulu lebih dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan darat Kalibanteng. Berdasarkan Surat keputusan bersama Panglima Angkatan Udara, Menteri perhubungan dan Menteri Angkatan darat tanggal 31 Agustus 1966, maka Pangkalan Udara AD diubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Bersama Kalibanteng Semarang. Namun karena peningkatan frekuensi penerbangan sipil, maka pada tahun 1 Oktober 1995, Bandar Udara Achmad Yani Semarang menjadi salah satu Bandar Udara dibawah PT Angkasa Pura. Bandara Achmad Yani berubah menjadi bandara internasional pada tahun 2004 setelah Garuda Indonesia membuka rute Semarang-Singapura.

Maskapai penerbangan yang mengambil rute penerbangan di Bandara Achmad Yani adalah :

  • Garuda Indonesia
  • Citilink
  • Lion Air
  • Wings Air
  • Sriwijaya Air
  • Air Asia
  • Silk Air
  • Trigana Air
  • Kals Star
  • Susi Air

Kota tujuan penerbangan  adalah :

  • Jakarta
  • Denpasar Bali
  • Surabaya
  • Balikpapan
  • Bandung
  • Sampit
  • Cilacap
  • Singapura
  • Malaysia

Untuk memudahkan bapi para penumpang dan pengunjung, maka kami berikan informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan di Bandara Achmad Yani Semarang :

Jadwal Penerbangan Bandara Achmad Yani Semarang

Untuk Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Bandara Achmad Yani secara Real Time selengkapnya di sini.

Categories
Bandar Udara

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Di Bandara Adisutjipto

Pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2014 terjadi kebakaran di Teriminal Internasional Bandara Adisutjipto. Pada awalnya, petugas keamanan bandara telah mencium terjadinya kebakaran dan saat itu juga petugas langsung menghubungi dinas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) untuk meminta bantuan pemadaman. Petugas lainnya mengarahkan orang-orang yang ada di dalam gedung untuk keluar menuju emergency exit yang telah ada serta segera mengambil tindakan dengan memadamkan api menggunakan alat pemadam api yang telah disediakan.

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Di Bandara Adisutjipto
Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Di Bandara Adisutjipto

Tidak lama kemudian bantuan PKP-PK datang. Namun nampaknya bantuan subsidi alat pemadaman api ringan (APAR) yang diberikan tidak dapat mampu memadamkan api karena api sudah terlanjur membesar. Kebakaran semakin meluas hingga merambat ke langit-langit luar ruangan digedung terminal.

Petugas PKP-PK menggunakan fire hydrant untuk melakukan pemadaman dengan air sementara itu pula Airport Duty Officer (ADO) menghubungi fire station untuk meminta bantuan lagi. Sekitar dua menit kemudian petugas fire fighting and rescue tiba di area (TKP) dan segera menggelar handline (selang pemancar) kiri dan kanan, petugas fire fighting and rescue yang telah memakai pakaian entry suit (tahan api) dan breathing apparatus zet (alat bantu pernafasan) menerobos ruangan yang dipenuhi asap untuk segera memadamkan kebakaran pada sumber apinya, lima menit kemudian api dapat dipadamkan.

Akibat peristiwa tersebut seorang petugas airline mengalami pingsan karena terhirup asap dari kebakaran tersebut dan segera dievakuasi kerumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulance airport fire fighting & rescue guna endapat pertolongan selanjutnya.

Peristiwa kebakaran Terminal Internasional Bandara Adisutjipto tersebut merupakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan oleh PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto. Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan di Bandara Adisutjipto merupakan Latihan PKD yang ke 76 sehingga acara tersebut dinamakan Dirgantara Raharja ke 76.

Tujuan diadakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) adalah untuk mengevaluasi Standard Operasional Procedure serta menjadi sarana bagi seluruh personil bandara untuk menguji coba fungsi-fungsi komando, koordinasi, serta komunikasi antar unit sesuai dengan Airport Emergency Plan dan Airport Security Program, juga menguji kehandalan para sumber daya manusia yang ada.

Categories
Bandar Udara

Antisipasi Virus MERS Bandara Soekarno Hatta Pasang Thermo Scanner

Mengantisipasi merebaknya sindrom pernapasan Timur Tengah alias Middle East Respiratory Syndrome (MERS) petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), memeriksa suhu tubuh satu per satu jemaah umrah yang baru pulang dari Arab Saudi. Pemeriksaan berlangsung di Terminal 2D Kedatangan Bandara Soetta dengan menggunakan thermo scanner atau pemindai suhu panas.

Antisipasi Virus MERS Bandara Soekarno Hatta Pasang Thermo Scanner
Antisipasi Virus MERS Bandara Soekarno Hatta Pasang Thermo Scanner

MERS-CoV atau sindrom pernapasan virus corona Timur Tengah mewabah di Arab Saudi. Setiap harinya ribuan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang baru tiba dari Timur Tengah diharuskan melewati thermo scanner. Jika ada jemaah yang terdeteksi memiliki suhu di atas suhu 38 derajat Celsius, pihak Bandara Soetta akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruang medis yang sudah disiapkan.

Kalau dari hasil pemeriksaan hasilnya positif suspect (terduga) virus MERS, pasien akan dibawa ke RSU di Jakarta untuk mendapat perawatan. Padahal di Tangerang yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer, juga tersedia RSUD Kabupaten Tangerang yang siap menampung pasien suspect.

Dengan dipasangnya Thermo Scanner atau pemindai suhu panas di Bandara Soekarno Hatta diharapkan virus MERS tidak masuk ke Indonesia melalui bandar udara. Setiap penumpang yang datang dari wilayah Timur Tengah akan terdeteksi apabila terinfeksi virus MERS sehingga akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Categories
Bandar Udara

Bandara Juwata Tarakan Akan Dikelola Angkasa Pura II

Dewan komisioner PT Angkasa Pura II telah menyatakan akan menjadikan Bandara Juwata Tarakan sebagai rekrutan ke-14 bandara yang mereka kelola. Wacana pengalihan pengelolaan Bandara Juwata Tarakan juga diperkuat dengan diutarakan Kementerian Perhubungan kepada PT Angkasa Pura II (Persero). Sebagai tindak lanjut prosedur singkat pengelolaannya adalah Gubernur Kaltara menyatakan langsung ke Kementerian Perhubungan agar bandara kelas 1 khusus ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

Bandara Juwata Tarakan Akan Dikelola Angkasa Pura II
Bandara Juwata Tarakan Akan Dikelola Angkasa Pura II

Bandara Juwata Tarakan saat ini sedang dilirik oleh nasional dan investor di bidang perhubungan udara. Karena letak strategisnya yang berada di tengah-tengah Indonesia dan di perbatasan. Selain itu, Kalimantan Utara sebagai provinsi baru mempunyai mobilitas yang tinggi.

Saat ini proses peralihan Bandara Tarakan ke PT. Angkasa Pura II masih berkaitan dengan keadministrasian sebagai syarat kelengkapan. Apabila proses semua sudah selesai maka PT. Angkasa Pura II mengembangkan terminal dan infrastruktur Bandara Juwata Tarakan.

PT Angkasa Pura II tertarik mengelola Bandara Juwata Tarakan karena adanya wacana intramodal airport system yang digagas oleh Otoritas Bandara Juwata Tarakan. Pihak Otoritas Bandara Juwata Tarakan akan membuka jalur laut dengan memanfaatkan Sungai Karang Anyar Pantai sepanjang 500 – 750 meter di dekat terminal baru bandara yang terhubung langsung ke pesisir. Hal ini akan mempermudah masyarakat dari luar Tarakan seperti Bulungan dan lainnya yang ingin berangkat dengan menggunakan pesawat bisa langsung ke bandara. Untuk itu, didalam area bandara nanti akan dibangun pelabuhan laut agar speedboat bisa bersandar.